Uji Klinis Vaksin TBC Bill Gates Sudah Berjalan, Bisa Digunakan Masyarakat pada 2026

AKURAT.CO Uji klinis vaksinasi tuberculosis (vaksin TBC) yang diinisiasi tokoh filantropis dunia, Bill Gates, sudah dilakukan di Indonesia sejak beberapa bulan lalu.
Uji klinis vaksin TBC tersebut disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresiden, Jakarta, pada Kamis (8/5/2025).
"Sudah, sudah dimulai sebelummya (uji klinis vaksin TBC). Sudah mau enam bulan kalau enggak salah," katanya.
Baca Juga: 2.095 Warga Indonesia Ambil Bagian dalam Uji Klinis Global Vaksin TBC M72
Menkes mengatakan, uji klinis vaksin tersebut dilakukan oleh tim dari Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Padjajaran.
Dari beberapa tahapan, Indonesia memilih mengikuti tes klinis vaksin TBC level tiga.
Menkes menjelaskan, Indonesia tertarik menjadi lokasi uji klinis vaksin TBC karena banyak manfaat yang akan didapatkan.
Baca Juga: Bill Gates Kembangkan Vaksin TBC, Indonesia Jadi Salah Satu Lokasi Uji Coba
Salah satunya untuk mencari solusi akurat terhadap kasus TBC di Tanah Air yang saat ini menjadi penyakit menular paling banyak memakan korban.
"Kenapa Indonesia tertarik untuk menjadi tempat clinical trial level tiga? Karena dengan kita lakukan clinical trial level tiga, kita bisa tahu lebih dulu kecocokannya dengan orang kita. Karena itu tergantung genetiknya juga," ujarnya.
Adanya uji klinis tersebut juga menjadi sarana transfer teknologi terhadap para ilmuwan Indonesia. Sehingga, dapat mendorong kemajuan sektor kesehatan.
Baca Juga: Peran Komunitas sebagai Ujung Tombak dalam Penanganan TBC di Indonesia
"Yang kedua, kita bisa mendapatkan akses terhadap teknologi vaksin ini karena ilmuwan-ilmuwan kita kan dilibatkan," lanjut Menkes.
Berdasarkan rencana yang terdata, vaksin TBC milik Bill Gates baru bisa digunakan oleh masyarakat pada 2026 mendatang.
"Ini kan nanti kita tunggu interim report. Kalau dulu masih ingat Covid juga ada klinikal trial-nya kan, ada interim report dulu. Dilihat hasilnya bagus apa enggak Kemudian ada final report. Yang saya lihat di jadwal 2026 ada interimnya, kalau enggak salah 2026," jelas Menkes.
Baca Juga: Dinkes Jakarta Wajib Kolaborasi dengan Daerah Penyangga, Antisipasi Merebaknya TBC
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








