Komisi I DPR Minta TNI Evaluasi Menyeluruh SOP Pemusnahan Amunisi Kadaluarsa

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi I DPR RI yang juga Ketua Fraksi Partai Gerindra, Budisatrio Djiwandono, mendorong TNI untuk segera melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) tata kelola logistik dan pemusnahan amunisi kadaluarsa.
Evaluasi ini dinilai krusial untuk mencegah terulangnya insiden tragis yang menewaskan belasan orang, termasuk warga sipil.
“Kejadian ini menjadi pengingat bahwa kedisiplinan dalam menjalankan SOP harus menjadi prioritas. Keselamatan seluruh unsur, baik militer maupun sipil, harus diutamakan dalam setiap kegiatan pemusnahan maupun aktivitas militer lainnya,” ujar Budisatrio dalam keterangan resminya, Selasa (13/5/2025).
Ia menegaskan pentingnya perlindungan terhadap warga sipil dalam pelaksanaan kegiatan militer yang memiliki risiko tinggi.
Oleh karena itu, menurutnya, sosialisasi kepada masyarakat serta pembatasan akses ke area kegiatan militer harus dievaluasi dan diperketat.
Budisatrio juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah TNI dalam melakukan investigasi insiden tersebut secara transparan.
Baca Juga: Puan Ajak Parlemen Malaysia Perkuat Solidaritas Negara Muslim Lewat PUIC ke-19
Namun, ia menilai investigasi saja tidak cukup tanpa disertai audit menyeluruh terhadap tata kelola dan pengawasan kegiatan serupa di masa depan.
“Kami mendorong dilakukan audit menyeluruh, bukan hanya pada SOP, tetapi juga pada pelaksanaan lapangannya. Ini penting untuk memastikan tidak ada celah yang membahayakan keselamatan,” katanya.
Atas nama pribadi dan Fraksi Partai Gerindra, Budisatrio menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya para korban dalam peristiwa tersebut.
“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas gugurnya empat personel TNI dan sembilan warga sipil. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ucapnya.
Sebelumnya, insiden tragis terjadi saat prosedur pemusnahan amunisi kadaluarsa dilakukan pada Senin pagi (12/5/2025) sekitar pukul 09.30 WIB di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut.
Pemusnahan dilakukan oleh personel TNI dari Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) menggunakan metode peledakan di tiga titik lubang yang telah disiapkan.
Baca Juga: PSI Gelar Pemilu Raya Ketua Umum Lewat E-Vote: Dorong Tradisi Politik Super Terbuka
Dua ledakan pertama berlangsung sesuai rencana. Namun, saat persiapan pemusnahan di lubang ketiga, tiba-tiba terjadi ledakan hebat yang tidak terduga.
Ledakan terjadi saat sejumlah personel TNI masih berada di lokasi, dan diduga sejumlah warga sipil berada di sekitar area tersebut.
Akibat ledakan tersebut, sebanyak 13 orang dilaporkan meninggal dunia, terdiri dari 4 personel TNI dan 9 warga sipil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









