AI Jadi Ancaman, Dewan Pers Kesal Ruang Digital Banyak Diisi Informasi Sampah

AKURAT.CO Pers pada masa kini memiliki tantangan sangat besar di tengah berlangsungnya perkembangan zaman.
Ketua Dewan Pers, Komarudin Hidayat, menyoroti maraknya konten digital di media sosial yang dihasilkan alat kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Menurutnya, ini bisa menjadi ancaman serius bagi dunia pers.
Baca Juga: Komarudin Hidayat Resmi Pimpin Dewan Pers Periode 2025-2028
"Saat ini ruang publik diisi oleh AI dengan segala aplikasinya. Misalnya diunduh oleh Youtube, Twitter, Facebook, Tiktok, sebagainya. Jadi, praktis semuanya itu merupakan mitra pers tapi sekaligus juga mengancam pers," jelasnya di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Rabu (14/5/2025).
Komarudin mengatakan, perkembangan teknologi dan algoritma juga telah mengubah cara masyarakat dalam mengakses informasi.
Bahkan, dia melihat bahwa ruang digital kini banyak diisi dengan informasi sampah.
Baca Juga: RUU Penyiaran Picu Kontroversi: PWI, AJI, dan AVISI Desak Perlindungan Kebebasan Pers di Era Digital
"Banyak juga yang spirit-nya itu hanya jual sensasi, mencari follower, monetisasi. Dan kadang-kadang isinya sampah-sampah," ujarnya.
Komaruddin mengistilahkan situasi saat ini dengan kolonialisme digital. Sebab, bukan hanya pemikiran tapi juga banyak perilaku manusia yang dipengaruhi teknologi lewat gadget.
"Karena yang diserang itu sekarang adalah pemikiran dan perilaku masyarakat. Terutama oleh yang disebut digital colonialism. Kolonialisme digital, algoritma, itu mengarahkan perilaku kita. Sekarang kita melihat dunia itu kan tergantung apa kata handphone," jelasnya.
Baca Juga: Penetapan Tian Bahtiar sebagai Tersangka, Iwakum Ingatkan Pentingnya Prosedur Sengketa Pers
Komarudin menekankan bahwa tantangan pers saat ini perlu dihadapi bersama oleh semua pihak.
Untuk mendidik masyarakat agar bisa menjauhi dan tidak termakan dengan informasi-informasi sampah yang bisa menyesatkan.
"Makanya Dewan Pers dan juga guru-guru, pendidik, juga medsos itu hendaknya kerja sama. Satu, untuk mendidik masyarakat tetapi juga untuk mind cleansing, untuk membersihkan pikiran-pikiran, sampah-sampah yang mengganggu, komunikasi wacana kita, banyak sekali," ungkapnya.
Baca Juga: Penghakiman Sepihak Tempo kepada Sufmi Dasco Merusak Kredibilitas Pers sebagai Pilar Demokrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








