Sekolah Rakyat Siap Beroperasi di 63 Lokasi, Sasar Siswa Miskin dan Daerah Tertinggal

AKURAT.CO Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) mengungkapkan, pemerintah akan mulai membangun 63 Sekolah Rakyat yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, khususnya di daerah tertinggal dan marginal.
Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial, Agus Zainal Arifin, menyampaikan, proyek Sekolah Rakyat ini akan menjadi program nasional yang diharapkan hadir di seluruh 514 kabupaten/kota di Indonesia.
“Per 12 Mei, kami mencatat sudah ada 63 titik yang siap mulai beroperasi. Insya Allah, pertengahan Juli atau 3 Juli 2025 sudah bisa dimulai,” ujar Agus saat rapat Panitia Kerja (Panja) Pendidikan di Daerah 3T dan Daerah Marginal bersama Komisi X DPR RI di Senayan, Senin (19/5/2025).
Dalam pelaksanaannya, Kemensos tengah melakukan proses seleksi 159 calon kepala sekolah, yang diseleksi bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Adapun kebutuhan guru mencapai 941 orang, yang hingga saat ini masih belum tersedia. Namun, Kemendikbudristek disebut telah menyiapkan ribuan tenaga pendidik yang siap direkrut.
Untuk guru agama, kebutuhan 126 orang telah tercukupi dengan stok yang tersedia di Kementerian Agama, yaitu sebanyak 318 orang.
Baca Juga: Iwan Sunito Ditekan Likuidasi di Australia, Waspadai Janji Manis Investasi Properti Internasional
Agus menyebut, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pembangunan Sekolah Rakyat akan dilanjutkan hingga mencapai 200 sekolah, dengan 100 sekolah dibangun setiap tahun.
Dari jumlah tersebut, separuhnya direncanakan melibatkan partisipasi swasta, dengan dukungan dari Kementerian Sekretariat Negara dan Kementerian BUMN.
“Sisanya akan dibangun secara bertahap pada tahun-tahun berikutnya,” jelas Agus.
Program Sekolah Rakyat menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari kalangan kurang mampu, khususnya di wilayah yang selama ini masih tertinggal secara pendidikan dan sosial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








