Jelang Puncak Haji di Armuzna, Kemenag Siapkan 15 Kali Makan, Ambulans, dan Dua Skema Pergerakan Jemaah

AKURAT.CO Seluruh jemaah haji Indonesia tahun 1446 H/2025 M kini telah tiba di Tanah Suci.
Sebanyak 203.149 jemaah haji reguler dari 525 kloter tengah memasuki masa tenang untuk mempersiapkan diri menghadapi puncak ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, menegaskan, pemerintah telah menyiapkan beragam layanan prioritas, termasuk konsumsi, skema pergerakan, dan layanan kesehatan, demi mendukung kelancaran ibadah jemaah.
15 Kali Makan dan Snack Berat Disiapkan
“Selama puncak haji di Armuzna, jemaah akan mendapatkan 15 kali makan dan 1 snack berat,” ujar Kamaruddin di Makkah, Minggu (1/6/2025).
Rinciannya:
-
5 kali makan di Arafah
-
1 snack berat di Muzdalifah
-
10 kali makan di Mina
Menu disesuaikan dengan kebutuhan gizi dan kondisi medan selama puncak ibadah.
Dua Skema Pergerakan: Murur dan Tanazul
Untuk menghindari penumpukan jemaah di Muzdalifah dan Mina, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menerapkan dua skema pergerakan:
Baca Juga: Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tiba di Makkah, Masuki Masa Tenang Jelang Puncak Haji
-
Murur:
Jemaah lansia, disabilitas, dan jemaah uzur akan melewati Muzdalifah tanpa turun dari kendaraan, langsung menuju Mina untuk lempar jumrah dan mabit.“Tahun ini diperkirakan sekitar 50.000 jemaah akan mengikuti skema murur,” kata Kamaruddin.
-
Tanazul:
Jemaah yang telah melempar jumrah aqabah akan dipulangkan lebih awal ke hotel di Makkah, tanpa kembali ke tenda Mina.
“Sekitar 30.000 jemaah dari sektor Syisyah dan Raudhah dijadwalkan ikut tanazul,” imbuhnya.
Layanan Kesehatan dan Safari Wukuf
Kementerian Agama juga telah menyiapkan layanan kesehatan lengkap untuk jemaah selama berada di Armuzna, termasuk:
-
8 pos kesehatan di Arafah dan 8 pos di Mina
-
15 ambulans standar medis
-
Pos kesehatan mobile di jalur atas dan bawah Jamarat
Bagi jemaah yang sakit dan tidak memungkinkan untuk wukuf secara reguler, akan difasilitasi layanan safari wukufmenggunakan ambulans.
Sementara jemaah yang wafat sebelum wukuf, akan dibadalhajikan oleh petugas resmi yang ditunjuk pemerintah.
“Hak mereka untuk berhaji tetap dijamin secara syariat,” tegas Kamaruddin.
Baca Juga: Tiga WNI Terlantar di Gurun Makkah, DPR Desak Pemerintah Perketat Visa Haji
Imbauan Kemenag
Menutup keterangannya, Kamaruddin mengajak seluruh jemaah untuk:
-
Menjaga kekompakan dan kebersamaan
-
Mengikuti arah dan jadwal dari petugas
-
Memperbanyak doa dan dzikir
“Puncak ibadah haji memerlukan kesiapan fisik dan mental. Mari saling mendukung, menjaga semangat, dan ikuti bimbingan agar ibadah kita diterima Allah SWT.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










