Akurat
Pemprov Sumsel

Ganula Ancam 111 Juta Jiwa! KKI Ungkap Bahaya Galon Lanjut Usia dan Serukan Regulasi Tegas

Oktaviani | 23 Juni 2025, 22:13 WIB
Ganula Ancam 111 Juta Jiwa! KKI Ungkap Bahaya Galon Lanjut Usia dan Serukan Regulasi Tegas

AKURAT.CO Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) mengungkap temuan mengejutkan terkait maraknya penggunaan galon guna ulang yang sudah melewati batas usia aman.

Dalam investigasi di 31 titik distribusi di kota-kota besar, hampir 40 persen galon air minum ditemukan masuk kategori ganula atau galon lanjut usia.

“Ini kondisi yang harus segera ditangani. Kami menyebutnya ganula—galon lanjut usia. Artinya, galon ini seharusnya sudah ditarik dari peredaran karena tidak lagi memenuhi standar keamanan,” ujar Ketua KKI David Tobing, dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (23/6/2025).

Galon guna ulang umumnya terbuat dari plastik polikarbonat yang direkomendasikan hanya digunakan maksimal 40 kali pengisian ulang, atau sekitar satu tahun.

Jika digunakan lebih lama, galon berisiko mengalami kerusakan mikro yang dapat menyebabkan pelepasan senyawa berbahaya seperti Bisphenol A (BPA) ke dalam air minum.

“BPA ini senyawa kimia yang bisa mengganggu sistem hormon tubuh. Efeknya tidak langsung terasa, tapi akumulatif dan bisa sangat berbahaya jika dikonsumsi setiap hari,” jelas David.

Baca Juga: Prabowo Pimpin Ratas Pembangunan Sekolah Garuda, Wujudkan SDM Unggul di Seluruh Pelosok Negeri

Penanganan galon yang tidak sesuai standar turut memperparah situasi.

KKI mencatat sekitar 75 persen galon diangkut menggunakan truk bak terbuka, membuatnya terpapar sinar matahari langsung yang mempercepat degradasi material plastik.

Selain itu, banyak depot masih menggunakan detergen keras dan sikat kasar untuk mencuci galon, menyebabkan permukaan dalam galon mudah tergores dan meningkatkan risiko peluruhan BPA.

“Masalahnya, kita minum air setiap hari tanpa sadar, padahal risikonya makin besar seiring usia galon. Kerusakannya tidak kasatmata, tapi dampaknya bisa fatal dalam jangka panjang,” tambahnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sekitar 40 persen masyarakat Indonesia—setara dengan 111 juta jiwa—mengandalkan air minum galon sebagai sumber utama kebutuhan harian.

Fakta ini membuat masalah ganula menjadi ancaman kesehatan publik yang serius.

Untuk itu, KKI mendesak pemerintah agar segera menetapkan regulasi ketat terkait batas usia maksimal galon guna ulang, serta mengatur standar keamanan dalam distribusi dan pencuciannya.

“Air minum seharusnya menjadi sumber kesehatan, bukan pembawa risiko tersembunyi. Negara harus hadir menjamin perlindungan konsumen melalui regulasi yang jelas dan tegas,” tutup David.

Baca Juga: iPhone 18 Pro Diprediksi Hadir dengan Dua Perubahan Desain Layar yang Signifikan

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.