Akurat
Pemprov Sumsel

OIKN Minta Tambahan Dana Rp16,13 Triliun untuk Pembangunan Tahap II

Ahada Ramadhana | 9 Juli 2025, 13:03 WIB
OIKN Minta Tambahan Dana Rp16,13 Triliun untuk Pembangunan Tahap II

AKURAT.CO Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) meminta tambahan anggaran sebesar Rp16,13 triliun untuk tahun anggaran 2026. Dengan demikian, anggaran OIKN di 2026 menjadi Rp21,1 triliun, ditambah dengan pagu indikatif Rp5,05 triliun.

Kepala OIKN, Basuki Hadimuljonoe, menjelaskan penambahan anggaran untuk pembangunan IKN tahap II, seperti gedung perkantoran. Kemudian, hunian legislatif dan yudikatif serta pembangunan jalan dan infrastruktur.

"Tambahan ini untuk membangun IKN tahap kedua yang sudah kita mulai pada 2025, yaitu membangun perkantoran dan hunian legislatif dan yudikatif termasuk ekosistemnya," kata dia saat RDP bersama Komisi II di Komplek Parlemen DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (8/7/2025).

Baca Juga: Di Tengah Efisiensi Anggaran, OIKN Minta Tambahan Rp8,1 Triliun

Menurutnya pada tahun 2025, OIKN hanya menerima DIPA sebesar Rp6,3 triliun dari kebutuhan Rp14,4 triliun. Dia pun sempat meminta tambahan dana sebesar Rp 8,1 triliun, yang sempat diajukan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada November 2024.

"Namun karena keterbatasan waktu ini dan baru sampai juli ini baru dan sedang di proses, otorita melakukan penyesuaian maka anggaran yang diminta sebesar Rp 4 triliun. Revisi tersebut menjadi dasar pengajuan tambahan anggaran 2026, yang resmi diajukan ke Menteri Keuangan melalui surat tertanggal 4 Juli 2025,” jelasnya.

Sebelumnya, Basuki menjelaskan total biaya keseluruhan pembangunan IKN dari tahun 225 sampai 2028 mencapai Rp 48,8 triliun dengan rincian, tahun 2025 sebesar Rp 14,4 triliun, tahun 2026 sebesar Rp 17,08 triliun menjadi Rp 21,1 triliun, tahun 2027 sebesar Rp 14,64 triliun, dan tahun 2028 sebesar Rp 2,68 rriliun.

Untuk tahun 2026,OIKN baru menerima pagu awal Rp5,05 triliun yang akan dipergunakan untuk belanja pegawai sebesar Rp 423 miliar, belanja operasional Rp 138 miliar, dan belanja non operasional Rp 4,489 miliar.

"Saat otorita memiliki pegawai sebanyak 1.170 orang yang saat ini semuanya sudah berada di IKN," tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.