DPR Soroti Kesenjangan Dunia Pendidikan dan Industri: Banyak Lulusan Belum Siap Kerja

AKURAT.CO Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyoroti tingginya angka pengangguran di Indonesia yang menurutnya disebabkan oleh belum terjalinnya koneksi yang kuat antara dunia pendidikan dan kebutuhan dunia industri serta dunia usaha.
“Kita evaluasi, selama ini link and match antara pendidikan dengan dunia industri itu belum terkoneksi secara optimal,” ujar Cucun saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (15/7/2025).
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dengan sektor industri agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
“Saya akan mengundang beberapa lembaga pendidikan SMK yang memiliki bidang studi terkait dunia usaha dan industri. Kita minta masukan dari mereka agar lulusan nantinya tidak jadi pengangguran,” jelas politisi dari Fraksi PKB itu.
Menurut Cucun, berbagai aspek dalam sistem pendidikan perlu dievaluasi secara menyeluruh, mulai dari metode pembelajaran, kurikulum, hingga teknis pelatihan di lapangan.
Tujuannya adalah menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang benar-benar siap pakai saat memasuki dunia kerja.
“Kalau terlalu banyak teori di kelas, sementara praktik di lapangan minim, maka itu harus diubah. Anak-anak kita yang kuliah harus disiapkan betul agar bisa langsung bekerja. Termasuk dengan mendorong perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, untuk bertransformasi dan menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan industri,” tegasnya.
Baca Juga: Bahaya Migrasi BPA pada Galon Polikarbonat Makin Mengkhawatirkan
Pernyataan Cucun ini memperkuat pendapat serupa yang sebelumnya disampaikan oleh anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munachisin.
Dalam unggahan di media sosial, Zainul menilai bahwa rendahnya penyerapan tenaga kerja juga disebabkan oleh kurangnya kesiapan para pencari kerja dalam menghadapi tantangan di dunia profesional saat ini.
“Kita harus jujur mengakui, banyak dari sumber daya manusia kita yang belum sepenuhnya siap untuk mengisi lapangan pekerjaan yang tersedia, terutama yang menuntut keahlian spesifik,” ujarnya.
Kedua anggota DPR tersebut sepakat bahwa diperlukan strategi nasional yang lebih terintegrasi dalam membangun ekosistem pendidikan dan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Langkah ini dianggap penting untuk menekan angka pengangguran, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis tenaga kerja yang produktif dan kompeten.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









