Veronica Tan: Care Economy Jadi Kunci Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

AKURAT.CO Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA), Veronica Tan, menegaskan, penguatan sektor care economy merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekonomi keluarga sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas, khususnya bagi perempuan rentan.
Pemerintah, menurutnya, tengah menyusun roadmap pengembangan sektor ini sebagai bagian dari strategi pembangunan inklusif dan berperspektif gender.
Dalam keterangan persnya pada Sabtu (19/7/2025), Veronica menilai, profesi seperti caregiver dan Pekerja Rumah Tangga (PRT) layak diakui sebagai pekerjaan formal dengan standar profesional, sistem pelatihan, serta perlindungan hukum yang jelas.
“Dengan membangun care center berkualitas serta sistem pelatihan dan sertifikasi bagi caregiver dan PRT, kita tidak hanya menciptakan peluang ekonomi baru, tetapi juga menjawab persoalan sosial seperti ketidakadilan gender dan kerentanan pekerja migran,” ujar Veronica.
Veronica menekankan, pengembangan care economy tidak akan berjalan efektif tanpa keterlibatan manajemen profesional.
Ia menyebut, para profesional ini memiliki peran penting dalam menjembatani arah kebijakan pemerintah dengan kebutuhan nyata di lapangan.
"Manajemen yang strategis dan berbasis data akan membantu menciptakan program yang tidak hanya efisien secara ekonomi, tetapi juga adil secara sosial, terutama bagi kelompok perempuan dan anak-anak yang rentan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Veronica juga menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan ramah perempuan.
Baca Juga: Presiden Prabowo Konsisten Suarakan Solusi Damai Palestina di Forum Global
Ia mendorong institusi dan dunia usaha untuk menyusun SOP (Standar Operasional Prosedur) yang women-friendly, seperti cuti melahirkan, fasilitas menyusui, hingga kebijakan anti-diskriminasi dan anti-kekerasan seksual.
“Komitmen terhadap hal ini bukan hanya soal kepatuhan terhadap regulasi, melainkan mencerminkan nilai dan budaya institusi yang berpihak pada keadilan,” ungkapnya.
Veronica menekankan bahwa kesetaraan gender dan perlindungan anak bukan agenda sampingan, melainkan bagian integral dari strategi pembangunan nasional.
Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari akademisi, pelaku usaha, mahasiswa, hingga pemimpin komunitas—untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.
“Keberhasilan pembangunan manusia tidak cukup hanya dengan kebijakan top-down. Kita butuh pendekatan yang inklusif, partisipatif, dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat, khususnya perempuan dan anak,” tegasnya.
Wamen PPPA juga mengingatkan bahwa keberhasilan program-program ini sangat bergantung pada kesinambungan kebijakan, kolaborasi antar sektor, dan partisipasi aktif dari semua pihak yang peduli terhadap keadilan sosial dan masa depan generasi bangsa.
Baca Juga: Rencana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Disorot, Kenneth: Jangan Bebani Rakyat Tanpa Perbaikan Layanan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










