Pelibatan TNI dalam Produksi Obat Dinilai Bukan Bentuk Dwifungsi

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menegaskan, rencana pelibatan TNI dalam produksi dan distribusi obat secara massal bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tidak berkaitan dengan penguatan dwifungsi TNI.
“Saya rasa tidak (terkait dwifungsi). TNI memiliki dua mandat utama, yakni operasi militer perang dan operasi militer selain perang (OMSP). Ini bisa masuk kategori OMSP,” ujar Dave di Kompleks Parlemen, Kamis (24/7/2025).
Menurutnya, TNI selama ini sudah memiliki infrastruktur pendukung seperti pabrik farmasi dan jaringan rumah sakit di berbagai wilayah Indonesia.
Karena itu, keterlibatan TNI dinilai wajar dan bermanfaat jika tetap berada dalam koridor hukum.
“Kalau dijalankan sesuai aturan, undang-undang, dan standar kesehatan nasional, tentu ini langkah yang sangat baik,” ucap Dave.
Sebelumnya, TNI resmi menjalin kerja sama dengan BPOM untuk memproduksi obat-obatan secara massal.
Baca Juga: DPR Reses 25 Juli–14 Agustus, Puan: Serap Aspirasi dan Satukan Semangat Rakyat
Penandatanganan kesepakatan dilakukan oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Kepala BPOM pada Selasa (22/7/2025).
Kolaborasi ini melibatkan laboratorium milik ketiga matra TNI—Angkatan Darat, Laut, dan Udara—dalam proses produksi.
Obat-obatan tersebut akan mulai diproduksi pada Oktober 2025 dan didistribusikan ke desa-desa di seluruh Indonesia.
“Obat akan dijual dengan harga sekitar 50 persen lebih murah dari harga eceran yang berlaku,” tambah Dave.
Program ini diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap obat-obatan esensial, sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan nasional di tengah tantangan global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








