Menlu Sugiono Jamu Dewan Pertahanan Nasional, Bahas Langkah Strategis Terkait Ketahanan Pangan

AKURAT.CO Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, menjamu delegasi Dewan Pertahanan Nasional yang dipimpin oleh Purnomo Yusgiantoro, di Kantor Kemenlu, Jakarta, Kamis (24/7/2025).
Dalam pertemuan ini, pihaknya membahas sejumlah hal strategis yang berkaitan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan.
"Kami berdiskusi intensif mengenai berbagai hal strategis terkait ketahanan pangan nasional," ucap Sugiono dikutip dari instagram pribadinya @sugiono_56, Jumat (25/7/2025).
Dia menegaskan bahwa diskusi ini sangat krusial, mengingat pentingnya ketahanan pangan sebagai pilar utama terhadap kedaulatan dan stabilitas negara.
Baca Juga: Mentan Amran: Reformasi Pertanian Jadi Kunci Presiden Prabowo Amankan Ketahanan Pangan
"Pertukaran pandangan dengan Dewan Pertahanan Nasional memperkuat komitmen kami dalam memastikan ketersediaan dan akses pangan bagi seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.
Dia berharap, pertemuan ini bisa menghasilkan langkah-langkah strategis pemerintah dengan mensinergikan diplomasi dan ketahanan nasional, termasuk dalam bidang pangan.
"Sinergi antara diplomasi dan pertahanan nasional adalah kunci untuk menghadapi tantangan global di bidang ini," ungkapnya.
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan pilar utama dalam memperkuat ketahanan nasional.
Baca Juga: Zulhas: Swasembada Pangan Butuh Investasi Teknologi, Bukan Sekadar Lahan
Menurutnya, ketika pasokan pangan terganggu, maka seluruh aspek kehidupan berbangsa ikut terdampak mulai dari ekonomi, sosial, hingga keamanan. Oleh karena itu, sektor pangan harus menjadi perhatian utama dalam strategi pembangunan nasional.
Dia menekankan, persoalan pangan bukan sekadar urusan ekonomi atau pertanian semata, melainkan soal keberlangsungan hidup suatu bangsa. Dia bahkan menyebut bahwa kesalahan dalam memahami isu pangan bisa lebih fatal dibandingkan kasus korupsi.
"Salah menganalisis pangan bisa lebih berbahaya dari korupsi. Seperti kata Bung Karno, hidup matinya bangsa tergantung pada pangan," kata Amran,Jumat (25/7/2025).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






