BKKBN: Revisi UU Kependudukan Penting untuk Kapitalisasi Bonus Demografi di 2045

AKURAT.CO DPR RI dan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbamgga)/BKKBN, bersama-sama berkeinginan untuk menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat.
Untuk itu, revisi Undang-Undang (UU) Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, dinilai strategis untuk memasukan kapitalisasi bonus demografi 2045 mendatang.
Sekretaris Kemendukbangga/Sekretaris Utama BKKBN, Budi Setyono, mengatakan dalam data proyeksi penduduk 2020-2045 Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia sudah memasuki puncak bonus demografi tahun ini.
Baca Juga: Bonus Demografi di Depan Mata, Pemerintah Mutakhirkan Data 12,9 Juta Keluarga
Setelah itu, secara perlahan jendela peluang itu menutup dan pada 2042 dependency ratio akan kembali ke angka 50 persen.
Sehingga, bonus demografi bisa dikapitalisasi sebanyak 70 persen. Dengan melakukan saving dan memberikan banyaknya bonus demografi yang tidak sedikit.
"Negara didirikan untuk menciptakan kesejahteraan bagi warga. Negara didirikan untuk hadir, melayani rakyat. Untuk itu, bonus demografi menjadi potensi dalam suatu bangsa," kata dia dalam keterangannya, Senin (28/7/2025).
Setelah 2045, Indonesia akan masuk pada klasifikasi penduduk tua (ageing population) yang berdampak besar pada perekonomian. Pada 20 tahun mendatang jumlah lansia akan mendominasi.
Tahun 2024, jumlah lansia 12 persen dari jumlah penduduk, sementara penduduk usia produktif sebesar 67,9 persen. Dengan demikian, satu lansia menjadi tanggungan 5-6 penduduk usia produktif.
Baca Juga: Bonus Demografi Harus Dioptimalkan Lewat Lapangan Kerja dan Penanganan Stunting
"Artinya, rasio penduduk lansia dan usia produktif berbanding 1:5,6. Artinya pula, satu lansia menjadi tanggungan 5-6 penduduk usia produktif," jelasnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN, Bonivasius Prasetya Ichtiarto, mengatakan mengatakan kondisi perekonomian Indonesia ke depan juga mempengaruhi mendapatkan bonus demografi.
"Kita masih berada di demographic dividend, peluang demografi. Setelahnya kalau berhasil jendela atau peluang ini, baru kita dapat bonus bemografi," ujar Bonivasius.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








