Empat Pilar Bukan Sekadar Formalitas, MPR Minta Negara Aktif Lawan Intoleransi

AKURAT.CO Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menegaskan pentingnya memperkuat sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan sebagai langkah strategis menghadapi masih maraknya kasus intoleransi di Indonesia.
Menurutnya, MPR terus berkomitmen mendorong kegiatan-kegiatan yang menumbuhkan semangat kebersamaan, kerukunan, dan gotong royong.
“Sosialisasi empat pilar itu kadang-kadang kalau suasana rukun, sering dianggap tidak perlu. Tapi begitu muncul kasus intoleransi, baru dianggap sebagai kebutuhan mendesak,” ujar Muzani saat ditemui di Kompleks Parlemen, Nusantara V, Minggu (3/8/2025).
Ia menekankan pentingnya menumbuhkan kesadaran kolektif untuk saling menghargai dan menghormati perbedaan, bukan hanya di ruang formal, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Kesadaran untuk saling menghormati tidak cukup hanya diajarkan di ruang-ruang formal. Intoleransi justru sering muncul dalam interaksi sosial yang informal,” tegasnya.
Untuk memperkuat nilai toleransi sejak dini, MPR RI berencana mengundang sejumlah kementerian dan lembaga, seperti Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), serta Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).
Baca Juga: Ahmad Muzani Soal Bendera One Piece: Ekspresi Kreatif Tak Akan Gantikan Merah Putih
“Kami ingin memastikan bahwa nilai-nilai toleransi dan kebangsaan benar-benar tersampaikan, khususnya di lingkungan pendidikan formal dan non-formal,” tambah Muzani.
Ia juga menyoroti peran media sosial sebagai ruang yang memiliki dua sisi: bisa menjadi alat memperkuat persatuan, namun sekaligus rentan digunakan untuk menyebarkan paham intoleran.
“Media sosial memang memberi ruang untuk menyuarakan persatuan dan gotong royong, tapi di sisi lain juga bisa jadi sarana menyebarkan ide-ide intoleransi yang berbahaya jika tidak dikontrol,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








