Fenomena Rojali-Rohana Jadi Pengingat Masalah Ekonomi Rakyat Masih Nyata

AKURAT.CO Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, angkat bicara terkait fenomena 'rojali' (rombongan jarang beli) dan 'rohana' (rombongan hanya nanya), yang belakangan viral di media sosial dan disangkutkan dengan angka kemiskinan.
Dia mengatakan, meski data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan penurunan angka kemiskinan, pemerintah belum merasa puas dan menyadari masih banyak persoalan kesejahteraan di lapangan.
"Penurunan angka kemiskinan itu ada ukurannya dan dalam hal ini yang memiliki kewenangan secara perundang-undangan adalah BPS. BPS bekerja sekian bulan melakukan pendataan, dan akibat dari program-program pemerintah, didapati data bahwa terjadi penurunan," kata Prasetyo kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/8/2025).
Namun dia menegaskan, capaian tersebut belum cukup. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto telah berulang kali menyampaikan bahwa target sesungguhnya adalah tidak ada lagi rakyat Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Baca Juga: Ramai Fenomena Rojali, Ini Kata Kemenperin
"Sekali lagi, kalau istilah penurunan kita patut apresiasi. Tetapi sesungguhnya sebagai sebuah bangsa dan kami pemerintah merasa belum puas," ujarnya.
"Karena tujuannya tidak boleh lagi seharusnya di negara kita ini ada rakyat yang masih hidup di bawah garis kemiskinan, atau masih hidup kesusahan," tambahnya.
Menurutnya, fenomena rojali dan rohali adalah gejala sosial yang harus dilihat sebagai pengingat bahwa persoalan ekonomi rakyat masih nyata. Dia menegaskan, penyelesaian masalah kemiskinan harus melibatkan kerja sama lintas sektor.
"Kita butuh ketenangan, kita butuh kerjasama, kita butuh saling membantu satu sama lain. Karena tidak bisa menyelesaikan problematika itu sendirian," kata Prasetyo.
Dia menekankan bahwa pemerintah tetap terbuka terhadap kritik, dan terus bekerja untuk menjawab tantangan di masyarakat secara kolaboratif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







