Akurat
Pemprov Sumsel

Fenomena Rojali-Rohana Jadi Pengingat Masalah Ekonomi Rakyat Masih Nyata

Paskalis Rubedanto | 4 Agustus 2025, 22:40 WIB
Fenomena Rojali-Rohana Jadi Pengingat Masalah Ekonomi Rakyat Masih Nyata

AKURAT.CO Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, angkat bicara terkait fenomena 'rojali' (rombongan jarang beli) dan 'rohana' (rombongan hanya nanya), yang belakangan viral di media sosial dan disangkutkan dengan angka kemiskinan.

Dia mengatakan, meski data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan penurunan angka kemiskinan, pemerintah belum merasa puas dan menyadari masih banyak persoalan kesejahteraan di lapangan.

"Penurunan angka kemiskinan itu ada ukurannya dan dalam hal ini yang memiliki kewenangan secara perundang-undangan adalah BPS. BPS bekerja sekian bulan melakukan pendataan, dan akibat dari program-program pemerintah, didapati data bahwa terjadi penurunan," kata Prasetyo kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/8/2025).

Namun dia menegaskan, capaian tersebut belum cukup. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto telah berulang kali menyampaikan bahwa target sesungguhnya adalah tidak ada lagi rakyat Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Baca Juga: Ramai Fenomena Rojali, Ini Kata Kemenperin

"Sekali lagi, kalau istilah penurunan kita patut apresiasi. Tetapi sesungguhnya sebagai sebuah bangsa dan kami pemerintah merasa belum puas," ujarnya. 

"Karena tujuannya tidak boleh lagi seharusnya di negara kita ini ada rakyat yang masih hidup di bawah garis kemiskinan, atau masih hidup kesusahan," tambahnya. 

Menurutnya, fenomena rojali dan rohali adalah gejala sosial yang harus dilihat sebagai pengingat bahwa persoalan ekonomi rakyat masih nyata. Dia menegaskan, penyelesaian masalah kemiskinan harus melibatkan kerja sama lintas sektor.

"Kita butuh ketenangan, kita butuh kerjasama, kita butuh saling membantu satu sama lain. Karena tidak bisa menyelesaikan problematika itu sendirian," kata Prasetyo.

Dia menekankan bahwa pemerintah tetap terbuka terhadap kritik, dan terus bekerja untuk menjawab tantangan di masyarakat secara kolaboratif.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.