Puan Soroti Temuan Pegawai BUMN Dapat Bansos, Minta Verifikasi Data Penerima Diperketat

AKURAT.CO DPR RI menyoroti temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), yang mengungkap adanya pegawai BUMN menerima Bantuan Subsidi Upah (BSU).
Ketua DPR RI, Puan Maharani, menegaskan pentingnya verifikasi data agar bantuan sosial tepat sasaran, agar kejadian serupa tidak terulang.
Dia mengingatkan, data penerima yang akurat akan memastikan bantuan seperti BSU benar-benar diterima oleh masyarakat yang memang membutuhkan, sehingga tujuan program dapat tercapai secara maksimal.
Baca Juga: 56.351 Warga Jakarta Terima Bansos, Lansia hingga Anak-anak Dapat Rp300 Ribu per Bulan
"Saya tetap berharap, menghimbau bahkan meminta terkait dengan hal-hal verifikasi data itu paling penting," kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/8/2025).
Menurutnya, pemerintah tidak boleh mengubah atau menyalurkan program bantuan tanpa verifikasi data yang detail dan akurat.
"Jangan sampai kemudian rakyat yang berhak mendapatkan semua program itu tidak mendapatkan, malah orang yang tidak berhak mendapatkan program-program tersebut," tegasnya.
Puan menuturkan, pengalaman saat dirinya menjabat Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), menunjukkan pentingnya koordinasi lintas kementerian berbasis data terkini.
Data yang valid menjadi landasan untuk memutuskan apakah suatu program perlu diubah, diganti, diperbaiki, atau dievaluasi. "Jadi tolong perbaiki dulu datanya, evaluasi datanya," pungkas Puan.
Baca Juga: Cara Cek dan Besaran Bansos PKH Serta BPNT Tahap 3 Tahun 2025
Sebelumnya, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan adanya kejanggalan dalam data penerima bansos. Temuan itu mengungkap ribuan nama dari profesi dengan penghasilan tinggi, justru tercatat sebagai penerima bantuan.
Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, menyebutkan terdapat ribuan penerima bansos yang berasal dari kalangan profesi berpenghasilan tinggi.
Ribuan pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tercatat menjadi penerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah yang diajukan Kementerian Sosial (Kemensos), bahkan ribuan dokter dan pekerja di level eksekutif juga menjadi penerima bansos.
Ivan menyebut, di salah satu bank saja terdapat 27.932 penerima bansos yang berstatus pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), 7.479 orang berprofesi sebagai dokter, dan lebih dari 6.000 orang bekerja di level eksekutif atau manajerial.
"Dari profil yang kami temukan di satu bank saja, terdapat 27.932 penerima bansos yang berstatus pegawai BUMN, 7.479 orang berstatus dokter, dan lebih dari 6.000 orang bekerja sebagai eksekutif atau manajerial," ujar Ivan di Kemensos, Kamis (7/8/2025).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





