Resign dari Perusahaan Pelat Merah, Pria Ini Bangun Bisnis Coklat dan Berdayakan Petani Lokal

AKURAT.CO Kemerdekaan di era yang serba maju saat ini, bisa dimaknai dengan aksi nyata yang membangun kemandirian bangsa. Seperti yang dilakukan seorang pemuda asal Bali, membangun usaha yang berkontribusi ke ekonomi nasional.
Kadek Surya Prasetya Wiguna, meninggalkan kenyamanan karier di salah satu perusahaan pelat merah demi mengembangkan potensi kakao. Salah satu komoditas yang memiliki peluang besar di pasar internasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor kakao Indonesia sepanjang 2024 mencapai USD2,62 miliar, meningkat 118,6 persen dibanding tahun sebelumnya.
Baca Juga: ALF Clothes: Dari Rumahan ke Shopee, Sukses Sebelum Usia 30
Kakao kini menjadi komoditas ekspor penyumbang devisa terbesar ke-4 dalam sub-sektor perkebunan setelah sawit, karet, dan kelapa. Angka ini memperlihatkan besarnya potensi produk kakao olahan Indonesia di pasar global.
Kadek menyadari, meskipun Indonesia merupakan salah satu produsen kakao terbesar di dunia, sektor ini masih banyak dikuasai oleh pihak asing. Selain itu, rantai distribusi yang panjang dan minimnya edukasi dalam pengolahan kakao membuat petani lokal belum sepenuhnya merasakan manfaat ekonomi dari hasil panen mereka.
Berangkat dari keprihatinan ini, Kadek bersama sang Ayah mendirikan CAU Chocolates dengan semangat membangun ekosistem dari hulu ke hilir. Mulai dari pendampingan petani muda dalam proses budidaya dan fermentasi, hingga menghasilkan produk cokelat yang kini berhasil menembus pasar global.
Misi Sosial Lewat Pemberdayaan dan Edukasi Cokelat
Saat ini, CAU Chocolates telah memberdayakan lebih dari 600 petani di Bali, dengan produktivitas yang meningkat signifikan. Dari rata-rata nasional sebesar 600 kg/ha, petani binaan CAU Chocolates mampu menghasilkan produktivitas hingga 2 ton/ha per tahun.
Baca Juga: Wujudkan Mimpi Jadi Pengusaha Lewat Program Sukses UMKM Baru Shopee
CAU Chocolates kini tercatat sebagai satu-satunya brand cokelat Indonesia, yang mengantongi tiga sertifikasi organik resmi dari Indonesia, Amerika Serikat (USDA), dan Uni Eropa (EU).
Kadek pun mendapat pengakuan nasional sebagai Duta Petani Milenial oleh Kementerian Pertanian RI, atas dedikasinya dalam memberdayakan petani lokal.
Menurutnya, bisnis bukan hanya soal keuntungan. Ini adalah gerakan sosial untuk memastikan petani lokal bisa merdeka secara ekonomi dan naik kelas.
"Salah satu langkah nyata yang kami lakukan adalah memangkas rantai distribusi yang selama ini merugikan petani. Kini, petani binaan kami bisa menerima hingga 90 persen dari harga standar kakao dunia, jauh lebih tinggi dibanding sebelumnya yaitu 70 persen," ujar Kadek.
Tidak hanya berhenti di produksi, Kadek juga mengembangkan Desa Cokelat Bali dan Choco Land. Sebuah agrowisata edukatif, yang mengajak wisatawan lokal dan internasional mengenal proses pembuatan cokelat sekaligus merasakan budaya pertanian Bali secara langsung.
Hasil Tanah Lokal Ke Global: Cokelat Bali Tembus Pasar Dunia Lewat Digitalisasi
Selain pemasaran melalui toko oleh-oleh dan Duty Free di bandara, CAU Chocolates memanfaatkan e-commerce seperti Shopee untuk memperluas pasar. Di paruh pertama 2025, omzet CAU Chocolates tumbuh 365 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Pencapaian ini tidak terlepas dari pemanfaatan berbagai fitur Shopee, seperti Shopee Ads, Shopee Live, dan Shopee Video. Tak hanya itu, penjualan CAU Chocolates juga meningkat hingga 2x lipat setiap kali mengikuti kampanye bulanan, seperti tanggal kembar, gajian sale, dan flash sale, dibandingkan dengan hari biasa.
Baca Juga: Ibu Rumah Tangga Asal Cicalengka Ini Bangun Bisnis Hijab dari Nol hingga Sukses di Shopee
Partisipasi dalam Program Ekspor Shopee menjadi salah satu gerbang CAU Chocolates, yang terbukti efektif untuk menembus pasar internasional ke Malaysia dan Singapura.
Dari Januari-Juli 2025, CAU Chocolates berhasil mengalami peningkatan pertumbuhan ekspor hingga 6x lipat dibanding tahun sebelumnya. Tiga produk varian teratas dalam penjualan ekspor CAU Chocolates, di antaranya Organic Raw Cocoa Nib, Organic Sweet Nibs, dan Cokelat Compound.
"Shopee bukan hanya membuka akses pasar yang lebih luas bagi kami, tapi juga menjadi mitra yang ikut berkontribusi pada misi sosial kami, yaitu memberdayakan petani lokal agar bisa mandiri dan bersaing di pasar dunia. Ke depannya, kami yakin bisa terus berkembang bersama Shopee, membawa nama baik Indonesia, dan memperbesar dampak positif bagi petani lokal agar naik kelas," tutup Kadek.
Perjalanan CAU Chocolates menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kemandirian ekonomi. Dengan dukungan platform digital seperti Shopee, produk lokal tidak hanya menguatkan perekonomian nasional, tapi juga membawa harum nama Indonesia di pasar dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







