Pernyataan Sikap Aktivis 98 Pendukung Prabowo-Gibran Atas Situasi Nasional Terkini, Salah Satunya Minta Pejabat Jaga Mulut

AKURAT.CO 98 Resolution Network, yang terdiri dari eksponen Gerakan Mahasiswa 1998 dan alumni eksponen Kelompok Cipayung, yang merupakan pendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka turut berduka cita atas wafatnya pengendara ojol, Affan Kurniawan, pada Kamis (28/8/2025) malam.
Aktivis 98 melihat Almarhum Affan Kurniawan adalah martir pejuang ekonomi rakyat.
"Kami sangat prihatin atas terjadi bentrokan antarpengunjuk rasa dengan pihak aparat keamanan yang mengakibatkan jatuhnya korban, baik di pihak pengunjuk rasa maupun di pihak keamanan. Kami harapkan unjuk rasa dengan cara kekerasan dapat kita akhiri karena kita sesama anak bangsa," jelas 98 Resolutiom Network, dalam pernyataan sikap yang disampaikan, Sabtu (30/8/2025).
Baca Juga: Prabowo Takziah ke Rumah Affan Kurniawan, Tegaskan Komitmen Tegakkan Keadilan
Aktivis 98 mengapresiasi sikap Presiden Prabowo yang menyatakan akan menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab atas jatuhnya korban jiwa dalam unjuk rasa pada 25-28 Agustus 2025.
Mereka yakin Presiden Prabowo adalah Presiden yang berdiri bersama para pengendara ojek online karena hanya di era Presiden Prabowo pengendara ojek online mendapatkan tunjangan hari raya.
"Oleh karena itu, kami mendukung dan mendesak pihak aplikator ojek online membuka diri dan mengakomodir tuntutan pengendara ojek online yaitu untuk menurunkan potongan tarif maksimal aplikasi menjadi 10 persen. Agar tidak merugikan pengendara ojek online dan membebani pemerintah," jelasnya.
Baca Juga: Prabowo Minta Masyarakat Tak Terprovokasi Kelompok Pemicu Kerusuhan: Kita Harus Waspada
Pandangan Aktivis 98, sesungguhnya suasana batin pengunjuk rasa sejalan dengan kehendak Presiden Prabowo yang telah menyatakan siap mati demi melawan koruptor kelas kakap atau kaum serakahnomic. Bukan sekadar omon-omon, komitmen ini telah ditunjukkan dengan menangkap koruptor sumber daya alam migas, sawit, timah dan SDA lainnya.
Presiden Prabowo bahkan telah menyita 3,1 juta hektare lahan sawit bermasalah yang selama ini dikuasai oleh kaum serakahnomic.
Hal ini akan menjadi titik tolak dalam membenahi tata kelola keuangan negara dan sekaligus sebaga jalan memperbaiki kesejahteraan rakyat dan pemerataan ekonomi.
Baca Juga: Prabowo Imbau Masyarakat Tenang dan Percaya Pemerintah: Keluhan Akan Kami Catat
Komitmen Presiden Prabowo untuk melawan kaum serakahnomic melalui efisiensi dan efektifitas anggaran sejalan dengan tuntutan rakyat akan terus dilanjutkan. Presiden Prabowo berkomitmen kuat dalam hal menghentikan tantiem direksi dan komisaris BUMN, gaji yang tidak wajar, tunjangan aparatur negara dan BUMN yang berkelebihan, ini adalah kebijakan nyata dalam melakukan efisiensi dan penghematan.
"Kami yakin Presiden Prabowo terus menerus secara teliti dan cermat mengevaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), baik dari aspek tata kelola maupun struktur penyelenggaraannya, yang terus diperkuat dari waktu ke waktu demi perbaikan sistem dan mekanisme pelaksanaannya yang mendapatkan banyak kritik serta masukan dari masyarakat," jelasnya.
Presiden Prabowo telah membuat berbagai kebijakan strategis untuk menghentikan ketergantungan pada asing termasuk terhadap utang luar negeri, ketergantungan pada impor, menghentikan anggaran defisit dan mendorong agar keuangan nasional dapat mengalir kepada sektor produktif dan lapisan ekonomi terbawah.
"Kami mendesak kepada penyelenggara negara, baik DPR, pemerintah pusat, pemerintah daerah dan DPRD agar dalam menyampaikan pandangan politik dilakukan dengan cermat, tidak menciderai perasaan publik dan tidak melakukan tindakan provokatif baik ucapan maupun perbuatan. Komunikasi politik sepantasnya dilakukan secara santun dan bermartabat," kata Aktivis 98.
Aktivis 98 yakin bahwa pemerintahan Presiden Prabowo tetap menjamin kemerdekaan berserikat, berkumpul dan menyampaikan pendapat sebagaimana amanat konstitusi UUD 1945.
Oleh karena itu, 98 Resolution Network, akan memprakarsai dialog antara berbagai elemen bangsa sehingga terbangun resolusi bersama atas seluruh masalah yang dihadapi bangsa dan negara.
Baca Juga: Prabowo Ingatkan Kepala Daerah Peka Terhadap Kesulitan Rakyat
"Sebagai eksponen 98 yang mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran, kami menegaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum dalam bentuk unjuk rasa adalah manifestasi dari kehendak publik untuk memperbaikan kondisi bangsa dan negara. Presiden Prabowo tentu saja sangat mencermati dan memahami suasana kebatinan rakyat, siap menyerap aspirasi rakyat dan bersama semua kekuatan rakyat untuk melakukan perbaikan bagi terciptanya suasana yang sebaik-baiknya dan seadil-adilnya," demikian pernyataan sikap Aktivis 98 Resolution Network.
98 Resolution Network antara lain terdiri dari Haris Rusly Moti, Wignyo Prasetyo, Fernando Rorimpandey, Wahab Talaohu, Salamuddin Daeng, Mangapul Silalahi, Budiman Sudjatmiko, Chaeruddin Affan, Wenry Anshory Putra, Sangap Surbakti, Michael Umbas, Gigih Guntoro, Gojali Harahap, Suprianto, Urai Zulhendri, Bungas Fernando Duling, David Pajung, Eli Salomo Sinaga, Sulaiman Haikal, Aan Rusdianto, Anto Kusumayuda, Jhohannes Marbun, Achmad Suhawi, Ahmad Kailani, Rahman Toha Budiarto, Hendarsam Marantoko, Sutomo, Khalid Zabidi, Doni Istyanto Hari Mahdi, Thurman Simanjuntak, Agus Teddy, Roy Pohan, Lisman Hasibuan, David Herson dan puluhan nama lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









