Mensos: Program Sekolah Rakyat Terinspirasi dari Sistem Pendidikan Pesantren

AKURAT.CO Program Sekolah Rakyat terinspirasi dari sistem pendidikan di pondok pesantren.
Latar belakang pendirian Sekolah Rakyat tersebut disampaikan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, saat peresmian Gedung SDI di Pesantren Ulumiyah Al Makruf, Pare, Kediri, Minggu (7/9/2025) malam.
"Sebenarnya penyelenggaraan Sekolah Rakyat salah satu inspirasinya dari pesantren. Karena pesantren adalah boarding school yang sudah terbukti membentuk karakter dan akhlak anak-anak kita," jelasnya.
Baca Juga: 165 Sekolah Rakyat Tahap I Telah Rampung, Beroperasi Bulan Ini
Melalui kehadiran Sekolah Rakyat, pemerintah berharap dapat membuka akses pendidikan yang lebih luas dan setara bagi anak-anak dari keluarga miskin.
Mensos menyebut dukungan para kiai dan pesantren diharapkan menjadi penguat ekosistem pendidikan berbasis nilai, moral dan kemandirian.
Dalam kesempatan yang sama, dai kondang sekaligus pengasuh Ponpes Sabilunnajah, Bojonegoro, KH. Anwar Zahid, mengaku ikut bangga atas hadirnya Sekolah Rakyat sebagai program Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Program Sekolah Rakyat Bukan Sebatas Wacana, Tapi Implementasi Nyata
Dalam tausiyahnya, Kiai Anwar menegaskan pentingnya keberadaan Sekolah Rakyat sebagai langkah strategis pemerintah untuk memperkuat fondasi pendidikan, khususnya bagi keluarga kurang mampu.
"Saya mendukung dan setuju program Presiden Prabowo yang menghadirkan Sekolah Rakyat. Ini khusus untuk keluarga miskin. Kalau ingin memperkuat perekonomian bangsa, ya sasarannya penduduk miskin disekolahkan," jelasnya.
Lebih lanjut, Kiai Anwar menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak bisa hanya mengandalkan aspek ekonomi semata, melainkan juga memadukan empat unsur penting kehidupan.
Baca Juga: Tinjau SRMP 1 Deli Serdang, Gibran Minta Fasilitas Sekolah Rakyat Ditingkatkan
"Dalam agama, kita memang diajarkan untuk memadukan empat aspek kehidupan, negara, agama, memperkuat orang tua dan juga anak. Sekolah Rakyat menjadi jembatan penting agar anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki masa depan yang lebih baik," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







