Akurat
Pemprov Sumsel

Pembentukan Badan Komunikasi Pemerintah Sudah Tepat, Angga Raka Bisa Jadi Jembatan Komunikasi Pemerintah Pusat dan Daerah

Atikah Umiyani | 18 September 2025, 21:31 WIB
Pembentukan Badan Komunikasi Pemerintah Sudah Tepat, Angga Raka Bisa Jadi Jembatan Komunikasi Pemerintah Pusat dan Daerah

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, dinilai sudah mengambil langkah yang tepat dan strategis dengan mengubah bentuk Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) RI menjadi Badan Komunikasi Pemerintah (BKP). 

Analis Komunikasi Politik, Emrus Sihombing menilai bahwa perubahan ini sudah sangat diperlukan di tengah buruknya komunikasi pemerintah yang belakangan jadi persoalan. 

Dia menilai, perubahan nomenklatur menjadi BKP juga secara langsung akan memperluas cakupan dan wewenang BKP dalam membingkai komunikasi pemerintah. 

Baca Juga: Angga Raka Diminta Mundur dari Kursi Wamenkomdigi, Deng Ical: Jabatan Kepala BKP Lebih Berat

"Badan Komunikasi Pemerintah itu yang paling tepat. Kata pemerintah berarti tidak hanya pemerintah pusat, tidak hanya presiden, tapi juga termasuk pemerintah daerah," ujar Emrus saat dihubungi Akurat.co, Kamis (18/9/2025). 

Dengan wewenang yang dimiliki saat ini, dia mendesak Kepala BKP Angga Raka Prabowo untuk mempu mengorkestrasi komunikasi pemerintah, agar selaras dan berada dalam satu bingkai yang sama dalam menyampaikan dan mensukseskan program-program prioritas presiden. 

"Maka kepala badan komunikasi pemerintah dia harus mampu mengokestrasi sumber daya komunikasi di pemerintahan mulai dari pusat sampai pada tingkat desa," tutur Emrus. 

"Nah, mengorkestrasi itu saya kira sangat penting. Ini yang tidak dilakukan teman-teman PCO dulu kan? Presidential Communication Office, jadi dia hanya komunikasi ke presiden," sambungnya.

Di sisi lain, dia menilai penamaan BKP juga sudah tepat dan lebih baik karena tidak menggunakan bahasa Inggris. Berbeda dengan PCO yang menurutnya tidak menunjukkan kecintaan pada bahasa Indonesia. 

"BKP itu simbol penggunaan bahasa Indonesia yang baik, memang seharusnya bukan PCO. Bukankah bahasa itu juga simbol negara? Bukankah istana itu simbol negara? PCO itu menurut saya menunjukkan tidak cinta bahasa Indonesia," ungkap Emrus. 

Baca Juga: Kekayaan dan Profil Angga Raka, Loyalis Prabowo yang Kini Jadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah

Sebelumnya, Presiden Prabowo secara resmi mengubah nomenklatur Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) menjadi Badan Komunikasi Pemerintah. Perubahan tersebut diketahui dalam proses reshuffle yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/9/2025). 

Dalam proses tersebut, Hasan Nasbi yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala PCO resmi diberhentikan dengan hormat. Kini posisi tersebut dijabat oleh Angga Raka Prabowo sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah. 

"Baru saja saya dilantik sebagai Badan Komunikasi Pemerintah, penambahan penugasan dari Bapak Presiden di bidang Komunikasi. Ini bukan badan baru, tapi ini transformasi dari PCO," ujar Angga Raka kepada awak media usai dilantik. 

Angga mengatakan, transformasi ini dilakukan untuk memperkuat dan mengkoordinasikan komunikasi pemerintah agar lebih baik. Dia mengatakan, poisisi baru ini selaras dengan posisinya sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Digital.

"Kita diminta perkuat, koordinasi, fungsi koordinasi, fungsi eksekusi, komunikasi di pemerintah antar kementerian/lembaga dan ini juga inline dengan posisi saya di Wamenkomdigi," tuturnya. 

Menurut Angga, penguatan ini dilakukan agar semua program-program unggulan dari Presiden Prabowo Subianto bisa tersampaikan dengan baik ke masyarakat. Selain itu, keberadaan lembaga ini juga diharapkan bisa menjadi jembatan bagi aspirasi publik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.