Pakar UI: Indonesia Makin Diperhitungkan di Bawah Kepemimpinan Prabowo

AKURAT.CO Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, dinilai semakin mendapat perhatian dari masyarakat internasional. Salah satunya, terbukti dari kesempatan Presiden Prabowo berpidato pada urutan ketiga dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) ke-80.
"Ya, saya melihat bahwa Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo semakin diperhitungkan oleh masyarakat internasional," kata pakar hukum internasional dari Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, saat dihubungi Akurat.co, Selasa (23/9/2025).
Hikmahanto menilai, Indonesia memiliki posisi yang unik di mata dunia. Selain menjadi negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar, Indonesia juga dipandang sebagai representasi negara berkembang yang menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif.
Baca Juga: Pidato Presiden Prabowo Cerminan Ketegasan dalam Memperjuangkan Kedaulatan Palestina
Hal ini membuat Indonesia dapat diterima oleh berbagai pihak, tanpa terjebak dalam blok politik tertentu.
"Posisi Indonesia yang strategis tidak hanya karena jumlah penduduknya yang besar, tetapi juga karena statusnya sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia serta sebagai representasi dari negara-negara berkembang. Dengan politik luar negeri yang menganut prinsip Bebas dan Aktif, Indonesia berada pada posisi yang unik karena dapat diterima oleh berbagai pihak tanpa memandang blok atau aliansi tertentu," jelasnya.
Dia menambahkan, dengan modal tersebut Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi mediator dalam berbagai kebuntuan komunikasi antarnegara.
Baca Juga: Prabowo Puji Inggris hingga Prancis Akui Palestina: Langkah Tepat dan Benar dari Sisi Sejarah
"Dalam kondisi demikian, Indonesia memiliki peluang besar untuk tampil sebagai mediator ketika terjadi kebuntuan komunikasi antarnegara. Peran ini menjadi sangat penting mengingat dunia saat ini menghadapi banyak ketegangan dan perbedaan kepentingan yang sulit dijembatani," ungkapnya.
Dia menekankan bahwa arti penting Indonesia tidak hanya pada level domestik, tetapi juga pada kemampuan diplomasi yang bisa menjembatani perbedaan di kancah global.
"Di situlah letak arti penting Indonesia, yaitu sebagai negara yang mampu menjaga jembatan dialog, memperkuat diplomasi, sekaligus mendorong terciptanya stabilitas global," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








