Akurat
Pemprov Sumsel

Di INACRAFT 2025, Kementerian PPPA Hidupkan Lagi Permainan Tradisional untuk Anak dan Keluarga

Ahada Ramadhana | 3 Oktober 2025, 16:06 WIB
Di INACRAFT 2025, Kementerian PPPA Hidupkan Lagi Permainan Tradisional untuk Anak dan Keluarga

 

AKURAT.CO Permainan tradisional bukan hanya sarana pelestarian budaya, tetapi juga bermanfaat untuk mengasah kreativitas anak sekaligus mempererat hubungan keluarga.

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, mengatakan melalui permainan tradisional, keluarga dapat saling berinteraksi, mengobrol, dan meluangkan waktu berkualitas bersama.

Untuk itu, Kementerian PPPA mengambil peran dalam pameran INACRAFT 2025 yang digelar pada 1–5 Oktober 2025 di Jakarta Convention Center (JCC), dengan menghadirkan sejumlah kegiatan edukatif dan interaktif untuk anak dan keluarga. 

Baca Juga: DPRD DKI Dorong Permainan Tradisional Betawi Masuk ke Sekolah

Bekerja sama dengan Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI), Kementerian PPPA fokus pada pengenalan kembali permainan tradisional sebagai salah satu bentuk pemenuhan hak anak atas waktu luang.

"Kami mengajak para ibu, anak, serta keluarga untuk berkunjung dan berpartisipasi di stand Kemen PPPA," kata Veronica, Jumat (3/10/2025).

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dan bentuk komitmen Kementeria PPPA, dalam mengembalikan tradisi permainan lokal ke dalam keseharian anak dan keluarga Indonesia, sekaligus memperkuat ikatan antar anggota keluarga melalui aktivitas bersama.

"Di sini, stand Kemen PPPA di INACRAFT kita punya banyak permainan tradisional yang bisa dimainkan. Ada engklek, congklak, enggrang, gangsing, gundu, dan berbagai permainan tradisional lainnya. Ini semua baik untuk diperkenalkan pada anak," jelasnya.

Stand Kementerian PPPA di INACRAFT 2025 juga menghadirkan edukasi interaktif untuk anak dan keluarga, tentang informasi pentingnya waktu berkualitas untuk tumbuh kembang anak di tengah penggunaan gadget yang semakin intens pada anak.

Baca Juga: Bank Mandiri Dukung Akselerasi Ekonomi Kreatif Lokal Melalui Road to INACRAFT 'Karya Lokal, Transaksi Digital'

Selain menghadirkan berbagai permainan tradisional, KPOTI dan Forum Anak aktif mengajak pengunjung untuk menukar waktu 'screen time' dengan pengalaman bermain langsung bersama teman atau keluarga. Ada 20 lebih permainan tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, yang dihadirkan di stand Kemen PPPA.

Salah satu Pengurus KPOTI Pusat, Rahmat, mengatakan saat ini permainan tradisional telah banyak dilupakan dan ditinggalkan oleh anak-anak dan masyarakat. Karena itu, stand ini bertujuan untuk mengedukasi bahwa permainan tradisional ini masih ada, dan kalau mau berkelanjutan ya harus dimainkan.

"Stand ini tujuannya untuk Edukasi tersebut berguna Untuk meningkatkan kesadaran, sehingga pengunjung yang datang di INACRAFT bisa melihat atau bahkan diharapkan bisa memainkan," jelas Rahmat.

Salah satu permainan tradisional congklak ternyata menarik salah satu pengunjung bernama Marsha. Dia menuturkan rasa senangnya bisa ikut mencoba bermain. Menurutnya, penting bagi anak untuk mengenali permainan tradisonal selain untuk mengalihkan penggunaan gadget berlebih, bermain juga bisa mengasah kemampuan anak. 

"Aku suka permainan tradisional seperti ini, bisa bikin kita berbaur sama temen enggak main gadget terus. Walaupun sekarang juga ada congklak versi digital tetapi ini (mainnya) langsung jadi seru. Permainan tradisional ini juga penting buat anak, karena dalam permainan bisa jadi ada pembelajaran misalnya untuk perhitungan," ungkap Marsha.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.