Satu Tahun Prabowo-Gibran Berhasil Wujudkan Swasembada Pangan dan Kemandirian Nasional

AKURAT.CO Satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (Prabowo-Gibran) menandai babak baru dalam perjalanan menuju kemandirian bangsa.
Berbagai capaian strategis berhasil diwujudkan pemerintahan Prabowo-Gibran, terutama di sektor pangan yang menjadi fondasi utama ketahanan nasional.
Langkah berani Presiden Prabowo untuk menghentikan impor beras kini membuahkan hasil konkret.
Baca Juga: Jelang Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, 98 Resolution Network Gelar 'Warga Peduli Warga Jilid 4'
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan bahwa kebijakan pangan nasional menunjukkan kemajuan signifikan dengan stok beras nasional mencapai lebih dari empat juta ton. Tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
"Kalau dibandingkan tahun lalu, kita masih impor. Sekarang tidak lagi. Ini hasil dari gagasan besar Bapak Presiden RI, mulai dari regulasi, kolaborasi, sampai eksekusi," ujar Amran, Rabu (15/10/2025).
Pemerintah juga meningkatkan kesejahteraan petani melalui kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram dan jagung Rp5.500 per kilogram.
Baca Juga: Bahlil Ajak Menteri dari Golkar Kerja Keras Sukseskan Agenda Prabowo-Gibran
Kebijakan tersebut mendorong peningkatan pendapatan petani hingga mencapai Rp113 triliun.
Selain itu, efisiensi produksi pertanian meningkat berkat bantuan teknologi dan alat pertanian senilai hampir Rp10 triliun.
Amran menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memperkuat sektor pertanian melalui pengembangan enam komoditas unggulan, yaitu kakao, kelapa, kopi, mente, pala dan sawit.
Nilai investasi sektor ini diperkirakan mencapai Rp371,6 triliun dengan serapan tenaga kerja hingga 8,6 juta orang.
"Kita ingin petani makin sejahtera dan Indonesia semakin berdikari dalam pangan," katanya.
Kemandirian pangan tersebut juga didukung oleh kebijakan energi berkelanjutan.
Baca Juga: Kemiskinan Menurun, Mensesneg Tegaskan Target Nol Persen di Era Prabowo-Gibran
Wakil Menteri ESDM, Yuliot, menyebut penerapan mandatori biodiesel B40 yang dijalankan pemerintah telah menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara terdepan dalam transisi energi hijau. Program ini akan ditingkatkan menjadi B50 pada tahun depan.
"Kebijakan mandatori biodiesel ini merupakan langkah pemerintah untuk mencukupi kebutuhan BBM dalam negeri dengan mencampurkan biodiesel ke dalam solar. Pemanfaatan Crude Palm Oil (CPO) nasional diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan impor BBM," jelasnya.
Sementara di bidang kesehatan, pemerintahan Prabowo–Gibran juga menunjukkan komitmen nyata melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Baca Juga: Tantangan Ekonomi Tidak Goyahkan Dukungan, Rapor Awal Prabowo-Gibran Tetap Biru
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyebut program ini telah dimanfaatkan oleh sekitar 40 juta warga. Dengan 36 juta di antaranya telah menjalani pemeriksaan kesehatan.
"Sudah kelihatan masalah kesehatannya di mana, dan dari 36 juta ini yang paling banyak adalah sakit gigi, tekanan darah tinggi dan gula darah. Ini yang mesti ditangani lebih lanjut," ujarnya.
Menurut Menkes, program ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam mendorong masyarakat untuk mendeteksi penyakit sejak dini.
Baca Juga: Peneliti BRIN: Pemerintahan Prabowo-Gibran Solid, Monolog Gibran Bukan Masalah
"Biasanya orang baru sadar setelah kena stroke atau jantung. Karena itu, Cek Kesehatan Gratis dijalankan agar rakyat tetap sehat dan produktif," tambahnya.
Satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran mencatat fondasi kuat menuju swasembada dan kemandirian nasional.
Dari sawah hingga pabrik, dari ladang sawit hingga puskesmas, semangat kerja nyata dan keberpihakan terhadap rakyat menjadi ciri khas kepemimpinan baru ini.
Baca Juga: Demokrat Tegaskan Dukungan Penuh untuk Asta Cita Prabowo-Gibran
Pemerintahan Prabowo-Gibran menunjukkan bahwa Indonesia tidak lagi sekadar bermimpi tentang kedaulatan pangan tetapi telah mewujudkannya sebagai kenyataan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









