Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Jadi Contoh Konsolidasi Politik Terkuat Sejak Reformasi

AKURAT.CO Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang akan berusia satu tahun pada 20 Oktober 2025, menunjukkan tingkat konsolidasi politik paling solid dalam sejarah Indonesia pasca-Reformasi.
"Saya pikir setahun pemerintahan Pak Prabowo dan Mas Gibran ini adalah konsolidasi politik yang paling kokoh," ujar Wakil Ketua Komisi XIII DPR, Sugiat Santoso, dalam keterangannya, Jumat (17/10/2025).
Dia menjelaskan, kekuatan konsolidasi tersebut tercermin dalam dukungan politik di parlemen.
Baca Juga: Doa Anies di Hari Ulang Tahun Prabowo: Semoga Indonesia Mampu Melewati Berbagai Tantangan
Meskipun PDIP belum secara resmi menyatakan bergabung ke Koalisi Merah Putih, partai tersebut tetap memberikan dukungan terhadap kebijakan Presiden Prabowo yang menyentuh kepentingan masyarakat.
"Di luar PDIP, kita 81 persen (menguasai parlemen/470 kursi). PDIP (110 kursi) yang di luar itu juga menyatakan bergabung. Saya pikir dukungan parlemen paripurna, begitu juga dengan dukungan elit-elit civil society," katanya.
Menurut Sugiat, keberhasilan ini tidak lepas dari kepribadian Presiden Prabowo yang mampu membangun komunikasi terbuka dengan berbagai kalangan. Termasuk pimpinan partai politik, tokoh nasional dan masyarakat luas.
"Komunikasinya (Pak Prabowo) sangat cair dan sangat baik. Kita misalnya mengalami beberapa periode sebelumnya, Presiden tidak bisa berkomunikasi dengan mantan Presiden ini, mantan Presiden itu. Tapi Pak Prabowo, dia bisa berkomunikasi dengan Bu Mega, berkomunikasi dengan Pak SBY bisa berkomunikasi dengan Pak Jokowi dan elite-elite politik lain," paparnya.
Sugiat mengatakan, ketika terjadi kericuhan dalam unjuk rasa massal akhir Agustus lalu, Presiden Prabowo segera mengambil langkah cepat dan tegas untuk menjaga stabilitas nasional dan menenangkan masyarakat.
"Makanya kemarin ketika ada testing water, katakan ada yang mau porak-porandakan Republik kita, Pak Prabowo kan langsung melaksanakan, mengambil sikap langkah-langkah preventif secara sistematis, terukur dan strategis. Mengundang tokoh-tokoh bangsa, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh partai politik. Hadir Bu Mega, hadir Pak SBY, hadir tokoh-tokoh pimpinan partai politik lainnya," terangnya.
Baca Juga: Prabowo Yakin Program Desa Nelayan Mampu Perkuat Sektor Kelautan dan Perikanan
Lebih jauh, Sugiat menyebut Presiden Prabowo juga menunjukkan kepemimpinan yang kuat dalam menjaga posisi Indonesia di mata dunia.
Hal ini ditunjukkan dengan keberanian Indonesia bergabung ke dalam kelompok BRICS dan sikap tegas dalam mendukung kemerdekaan Palestina di sidang PBB.
"Bagaimana Presiden Prabowo itu menampilkan kedaulatan Republik Indonesia di kancah internasional dengan sangat heroik. Ya, walaupun mungkin debatable tapi beliau memutuskan untuk lebih mendekatkan diri pada BRICS, aliansi BRICS, dalam konteks ekonomi global dan juga dalam konteks PBB, kemarin kita sama-sama lihat bagaimana sikap tegas beliau terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina dan sebagainya. Saya pikir konsolidasi luar negeri, konsolidasi dalam negeri sudah paripurna," Sugiat memaparkan.
Baca Juga: Prabowo Akan Pangkas 1.000 BUMN Jadi 200, Boleh Dipimpin Orang Asing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









