Akurat
Pemprov Sumsel

Pemerintah Dorong Peluang Kerja Sama Ekonomi Kreatif ke Negara Afrika hingga Pasifik

Ahada Ramadhana | 31 Oktober 2025, 18:57 WIB
Pemerintah Dorong Peluang Kerja Sama Ekonomi Kreatif ke Negara Afrika hingga Pasifik

AKURAT.CO Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi dari Organisation of African, Caribbean and Pacific States (OACPS). Dalam pertemuan tersebut, dibahas rencana penguatan diplomasi dan kolaborasi di bidang ekonomi kreatif. 

Sebagai negara yang memprakarsai penyelenggaraan World Conference on Creative Economy (WCCE) sejak 2018, Indonesia ingin terus mendorong kerja sama global yang bermakna di bidang ekonomi kreatif. 

"Kami berharap kehadiran OACPS dalam WCCE 2026 dapat membuka peluang konkret bagi kemitraan pembangunan berkelanjutan antara Indonesia dan negara-negara anggota OACPS," kata Teuku dalam keterangannya, Jumat (31/10/2025).

Baca Juga: Peduli Ekonomi Kreatif di Sumsel, Feby Deru Dianugerahi DPD Award 2025

Dia juga menyoroti peningkatan investasi asing di sektor ekonomi kreatif Indonesia yang saat ini didominasi oleh subsektor aplikasi, fesyen, kriya, dan kuliner.

Potensi itu dinilai menjanjikan, apalagi OACPS beranggotakan 79 negara dari kawasan Afrika, Karibia, dan Pasifik yang dapat meningkatnya investasi, serta berdampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja baru serta memperluas ekspor produk kreatif Indonesia ke pasar global.

"Semakin besar investasi yang masuk, maka semakin besar pula peluang terbukanya lapangan kerja dan peningkatan ekspor produk kreatif. Investor asing tidak hanya melihat potensi pasar lokal, tetapi juga menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk pasar regional dan global," jelasnya.

Dia menekankan, 80 persen fokus kementerian diarahkan pada akselerasi pengembangan ekonomi kreatif, sementara 20 persen sisanya pada tahap inkubasi. Strategi akselerasi dilakukan melalui kurasi, peningkatan skala usaha, komersialisasi kekayaan intelektual, serta promosi dan jejaring global.

"Kami ingin pegiat ekonomi kreatif Indonesia tidak hanya tumbuh, tetapi juga mampu berlari. Melalui akselerasi berbasis kurasi, komersialisasi IP, serta promosi global, pegiat ekraf lokal dapat berkembang dari pahlawan nasional menjadi pahlawan global," ucapnya.

Sejalan dengan semangat Luanda Declaration (2022) dan Nairobi Declaration (2019), Indonesia melalui Kementerian Ekraf turut mendukung pengembangan kapasitas ekonomi kreatif negara-negara OACPS melalui Kerja Sama Selatan–Selatan (KSS) dan World Conference on Creative Economy (WCCE).

Baca Juga: Creative Market Jadi Denyut Nadi Kreator dan Pejuang Ekonomi Kreatif di Jakarta

Sekretaris Jenderal OACPS, Moussa Saleh Batraki, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungannya ke Indonesia, khususnya dalam rangka acara International Workshop on Creative Economy di Bali.

Dia juga mengapresiasi langkah Indonesia yang memiliki kementerian khusus untuk ekonomi kreatif, yang menurutnya menjadi bentuk komitmen dan belum banyak dimiliki oleh negara-negara lain.

"Kami sangat menghargai langkah Indonesia yang memiliki kementerian khusus untuk ekonomi kreatif, sesuatu yang belum banyak dimiliki negara lain. Selain berdiskusi, tujuan kami ke sini juga untuk mengundang pihak Kementerian Ekraf Indonesia untuk hadir dalam acara Summit of OACPS Heads of State and Government tahun depan," ujarnya

OACPS merupakan organisasi pembangunan yang berdiri berdasarkan Georgetown Agreement (1975), yang berperan penting dalam memperkuat kerja sama ekonomi dan pembangunan lintas kawasan, termasuk di sektor ekonomi kreatif.

Dalam pertemuan tersebut Menteri Ekraf Teuku Riefky juga mengundang pihak OACPS untuk hadir pada World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.