Soal Pemberhentian Gus Yahya, Syuriyah PBNU Siap Tanggung Jawab di Forum Resmi

AKURAT.CO Polemik pemberhentian KH. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dari kursi Ketua Umum PBNU terus bergulir. Syuriyah PBNU menegaskan kesiapan mereka mempertanggungjawabkan keputusan tersebut melalui mekanisme organisasi yang sah, termasuk Majelis Tahkim.
Katib Syuriyah PBNU, Ahmad Tajul Mafakhir, menyampaikan bahwa Gus Yahya memiliki hak penuh untuk mengajukan keberatan atas pencopotannya. Ia bahkan secara terbuka menantang agar keberatan itu dibawa ke forum resmi penyelesaian sengketa internal PBNU.
“Kalau memang kami Syuriah yang salah, tuntut kami di Majelis Tahkim nanti,” ujar Gus Tajul saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Baca Juga: Syuriyah PBNU Akan Gelar Rapat Pleno Pasca Berhentikan Gus Yahya dari Kursi Ketum PBNU
Menurutnya, pembaruan sistem organisasi pada Muktamar Lampung 2021 telah menghadirkan mekanisme penyelesaian dispute yang lebih jelas dan terstruktur. Majelis Tahkim, kata dia, menjadi ruang yang disiapkan untuk menangani sengketa keputusan dalam tubuh PBNU.
“Periode Lampung itu menghasilkan suatu mekanisme complaining yang jauh lebih canggih, ada Majelis Tahkim sekarang itu. Kalau misalkan ada dispute dalam hal pengambilan keputusan, itu bisa diajukan ke Majelis Tahkim,” jelasnya.
Pernyataan tersebut muncul setelah beredarnya Surat Edaran (SE) bernomor 4785/PB.02/A.II.10.01/99/11/2025 yang menyatakan bahwa KH. Yahya Cholil Staquf tidak lagi berstatus sebagai Ketua Umum PBNU per 26 November 2025 pukul 00.45 WIB. SE itu ditujukan kepada jajaran PBNU mulai dari Pengurus Besar Pleno, PWNU, PCNU, hingga PCINU di seluruh dunia.
Keputusan pemberhentian tersebut disebut sebagai tindak lanjut Rapat Harian Syuriyah PBNU yang digelar pada 20 November 2025. Dalam dokumen itu ditegaskan pula bahwa Gus Yahya tidak lagi memiliki kewenangan menggunakan atribut, fasilitas, maupun bertindak atas nama Perkumpulan Nahdlatul Ulama.
Baca Juga: Ini Aturan yang Sahkan Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf Bisa Diberhentikan
Gus Tajul menilai bahwa segala keberatan terhadap keputusan Syuriyah seharusnya ditempuh melalui jalur struktural yang telah diatur. Ia menegaskan Syuriyah PBNU siap mempertanggungjawabkan langkah mereka di forum resmi.
Dinamika ini menambah panas suasana internal PBNU yang kini menjadi perhatian luas publik. Langkah Gus Yahya selanjutnya masih ditunggu, terutama apakah ia akan membawa persoalan ini ke Majelis Tahkim seperti yang disarankan Syuriyah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









