Akurat
Pemprov Sumsel

KH Miftachul Akhyar: Kepemimpinan PBNU Sepenuhnya di Tangan Rais Aam, Segera Diadakan Rapat Pleno atau Muktamar

Fajar Rizky Ramadhan | 29 November 2025, 19:14 WIB
KH Miftachul Akhyar: Kepemimpinan PBNU Sepenuhnya di Tangan Rais Aam, Segera Diadakan Rapat Pleno atau Muktamar

 

AKURAT.CO Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Ahyar, menegaskan bahwa sejak 26 November 2025 pukul 00.45 WIB, KH Yahya Cholil Staquf tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum PBNU.

Ia menekankan bahwa segala bentuk penggunaan atribut maupun kewenangan Ketua Umum oleh KH Yahya setelah waktu tersebut tidak lagi memiliki legitimasi.

Pernyataan itu disampaikan KH Miftachul Ahyar usai silaturahmi Rais Aam PBNU dengan jajaran Syuriah PBNU dan PWNU di kantor PWNU Jawa Timur, Sabtu (29/11/2025). Ia menegaskan bahwa keputusan Syuriah PBNU bersifat final.

“Terhitung mulai tanggal 26 November 2025 pukul 00.45 WIB, KH Yahya Cholil Staquf tidak lagi berstatus sebagai Ketua Umum PBNU. Sejak saat itu, kepemimpinan PBNU sepenuhnya berada di tangan Rais Aam,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa setiap tindakan atas nama Ketua Umum setelah keputusan tersebut tidak memiliki dasar. Di dalam kesempatan yang sama, KH Miftach menyatakan bahwa risalah Rapat Harian Syuriah disusun berlandaskan data dan kondisi objektif.

“Tidak ada motif lain di luar yang tertulis dalam risalah rapat. Semua sesuai fakta,” ujarnya.

Untuk memastikan tata kelola organisasi berjalan normal dan stabil, KH Miftach menyampaikan bahwa PBNU akan segera menggelar Rapat Pleno atau Muktamar dalam waktu dekat.

“Kita ingin transisi berjalan tertib, sesuai aturan jam’iyah,” katanya.

Baca Juga: Meski Hadiri Undangan Gus Yahya di Surabaya, PWNU Sumut Sepakat Sikap Rais Aam Agar Gus Yahya Mundur

Ia juga menaruh perhatian pada dinamika informasi yang beredar di publik, baik di media arus utama maupun media sosial. Karena itu, PBNU akan membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) untuk memastikan kesahihan setiap informasi yang muncul.

“Untuk mendapatkan kesahihan informasi, akan dibentuk Tim Pencari Fakta yang bekerja secara utuh dan mendalam,” jelasnya.

Wakil Rais Aam KH Anwar Iskandar dan KH Afifuddin Muhajir ditunjuk sebagai pengarah TPF. Dalam rangka mendukung proses investigasi tersebut, implementasi Digdaya Persuratan Tingkat PBNU ditangguhkan sementara. Adapun pelaksanaannya di tingkat PWNU dan PCNU tetap berjalan normal.

Di akhir pernyataannya, Rais Aam kembali mengingatkan seluruh warga NU untuk memegang teguh nilai-nilai Khittah Nahdlatul Ulama.

Baca Juga: Wakili Warga NU Akar Rumput, KH Imam Jazuli Bikin Surat Terbuka untuk Gus Yahya

“Semua pihak harus mengedepankan kepentingan bersama, menjaga akhlak yang mulia, dan menjunjung tinggi kejujuran dalam berpikir, bersikap, dan bertindak,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh jamaah NU memperbanyak doa agar persoalan organisasi mendapat jalan keluar terbaik.

“Marilah kita bermunajat kepada Allah SWT agar diberikan jalan keluar terbaik dan paling maslahat bagi Jam’iyah Nahdlatul Ulama,” kata Rais Aam.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.