Akurat
Pemprov Sumsel

Soal Pergantian Ketum PBNU, Gus Ipul Manut Keputusan Syuriyah sebagai Pimpinan Tertinggi

Fajar Rizky Ramadhan | 1 Desember 2025, 06:15 WIB
Soal Pergantian Ketum PBNU, Gus Ipul Manut Keputusan Syuriyah sebagai Pimpinan Tertinggi

AKURAT.CO Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang juga Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menegaskan bahwa proses pergantian Ketua Umum PBNU sepenuhnya mengikuti mekanisme yang telah diatur dalam peraturan organisasi.

Pernyataan ini ia sampaikan sebagai respons atas beredarnya kabar mengenai pencopotan KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dari jabatan Ketua Umum PBNU.

“Kita ikuti saja dinamikanya. Ada mekanisme untuk menyelesaikan itu,” kata Gus Ipul di Lembang, Jawa Barat, Jumat (28/11/2025).

Ia menekankan bahwa seluruh urusan menyangkut kepemimpinan PBNU berada dalam kewenangan jajaran Syuriyah yang merupakan pemegang otoritas tertinggi organisasi.

Gus Ipul meminta publik untuk langsung merujuk kepada jajaran Syuriyah jika membutuhkan klarifikasi terkait isu-isu yang muncul. Dirinya tidak berwenang memberikan keterangan mengenai dinamika internal tersebut.

Baca Juga: Para Kiai Sepuh NU Sesalkan Konflik Antar Pengurus PBNU, Diminta Tidak Dibawa ke Publik

“Langsung tanyanya sama jajaran Syuriyah ya. Mohon maaf, saya tidak bisa memberikan pernyataan soal itu. Kami menunggu proses-proses selanjutnya,” ujarnya.

Ia juga mengimbau seluruh pengurus wilayah dan cabang NU untuk tetap tenang serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu valid.

Menurutnya, inti persoalan saat ini berada pada kewenangan Rais Aam beserta jajaran Syuriyah PBNU. Gus Ipul menilai penting agar isu sensitif ini tidak melebar menjadi polemik lain yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah umat.

“Saya ingin semuanya mengikuti dengan baik dan diselesaikan dengan cara-cara yang selama ini menjadi tradisi NU,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul menyebut salah satu mekanisme penyelesaian perbedaan pendapat di internal organisasi adalah majelis tahkim, forum resmi yang disiapkan untuk menangani perselisihan.

Ia juga menjelaskan prosedur administratif terkait penerbitan surat-surat organisasi, termasuk perannya sebagai Sekjen yang bertugas memastikan kelengkapan syarat sebelum memberikan tanda tangan.

Baca Juga: Syuriah PBNU: Tak Ada Pemecatan Gus Ipul, Pemecatan Gus Yahya Sah

“Ada prosedurnya, ada ketentuannya. Sistem ini tergantung inputnya. Kalau input belum dimasukkan, saya belum bisa tanda tangan. Kalau sudah, saya periksa apakah syaratnya terpenuhi, baru saya tandatangani,” jelasnya.

Melalui pernyataan tersebut, Gus Ipul kembali menegaskan bahwa segala dinamika yang terjadi harus dikembalikan pada aturan organisasi dan otoritas Syuriyah. Ia berharap seluruh pihak menjaga ketenangan serta memercayakan proses pada mekanisme yang telah menjadi tradisi pengambilan keputusan di lingkungan NU.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.