Kiai Zulfa Mustofa Siap Dicalonkan sebagai Ketum PBNU pada Muktamar NU ke-35

AKURAT.CO Nama KH Zulfa Mustofa kembali mencuat dalam dinamika internal Nahdlatul Ulama (NU). Dalam forum Tasyakuran dan Dialog Kebangsaan yang digelar PCNU Bangkalan di Gedung Rato Ebuh, Senin (29/12/2025), ia menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar NU ke-35, dengan syarat mendapat dukungan para ulama.
“Kalau demi NU, saya serius. Saya bismillah, karena yang mendorong ini di antaranya ulama-ulama Bangkalan. Ada juga hubungan historis antara kakek saya dengan Syaikhona Kholil. Jadi kalau memang itu bagian dari keinginan para masyaikh, saya siap. Tapi tentu semuanya tergantung muktamirin,” ujar KH Zulfa Mustofa.
Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi isu yang menyebut dirinya sebagai Pejabat (Pj) Ketua Umum PBNU. Zulfa menegaskan, posisi tersebut bersifat sementara dan merupakan bagian dari mekanisme organisasi untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan di tengah dinamika internal.
Baca Juga: Gus Yahya Ralat Pergantian Posisi Gus Ipul dari Sekjend PBNU
“Saya ini ibarat co-pilot. Saat turbulensi kemarin, saya diminta memegang kendali. Ada islah, ada mekanisme organisasi. Jadi selama belum ada keputusan final, saya tetap menjalankan amanah sebagai Pj,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Zulfa juga menyinggung proses islah yang berlangsung di Lirboyo. Ia mengaku tidak hadir secara langsung karena sedang berada di Mekkah, dan baru mengetahui perkembangan kesepakatan tersebut melalui informasi yang beredar.
“Sebagai muslim, mendengar ada islah tentu saya gembira. Itu artinya perselisihan dihentikan. Detail kesepakatannya saya baru dengar belakangan dari para kiai,” katanya.
Islah Lirboyo menjadi momentum penting bagi NU setelah jajaran Syuriyah, Tanfidziyah, dan Mustasyar PBNU sepakat mendorong pelaksanaan Muktamar NU ke-35 secepatnya sebagai upaya memulihkan keutuhan jam’iyyah.
Muktamar tersebut direncanakan digelar bersama oleh Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, dengan melibatkan para sesepuh NU.
Sementara itu, Ketua PCNU Bangkalan, KH Makki Nasir, menilai wacana pencalonan Zulfa sebagai Ketum PBNU merupakan hal yang sah selama mengikuti ketentuan organisasi.
“Itu nanti dibicarakan di muktamar. Siapapun boleh maju dengan syarat yang sudah diatur,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa forum di Bangkalan sejatinya tidak dirancang khusus membahas pencalonan, melainkan tasyakuran dan dialog kebangsaan. Namun diskusi berkembang seiring munculnya pertanyaan dari peserta terkait arah kepemimpinan PBNU.
Baca Juga: Jadwal Muktamar NU ke-35 Usai Konflik Elite PBNU Mereda
“Pertanyaan itu muncul dari peserta, jadi dijawab. Forum berkembang, wajar saja,” katanya.
Sebagaimana diketahui, KH Zulfa Mustofa sebelumnya ditetapkan sebagai Pj Ketua Umum PBNU melalui rapat pleno yang dipimpin Rais Syuriyah PBNU Mohammad Nuh, dengan alasan menjaga kesinambungan kepemimpinan hingga pelaksanaan muktamar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









