Cak Imin Sentil Konflik Internal PBNU: Cari Solusi untuk NU, Bukan untuk PBNU!

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin ikut menanggapi polemik yang tengah mengguncang Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Assalam, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (27/11/2025), Cak Imin menyebut dirinya terus memantau dinamika internal tersebut sebagai seorang kader NU.
Ketua Umum PKB itu menegaskan bahwa hingga kini ia masih belum mengetahui secara pasti akar persoalan yang memicu kegaduhan di tingkat pusat organisasi.
Meski demikian, ia menilai penting bagi seluruh pihak untuk mengutamakan penyelesaian konflik yang memberikan manfaat bagi warga NU secara luas.
Baca Juga: Untuk Apa Rais Aam PBNU Bentuk Tim Pencari Fakta?
“Yang sesungguhnya, kita berharap kita akan cari solusi yang paling baik untuk NU, bukan untuk pengurus NU. Yang kita inginkan adalah kebaikan untuk NU, bukan kebaikan untuk segelintir orang NU,” ujar Cak Imin.
Ia menekankan bahwa penyelesaian polemik tidak boleh hanya berorientasi pada stabilitas elit pengurus, melainkan pada kemaslahatan warga Nahdliyin sebagai basis terbesar organisasi. Cak Imin juga mengisyaratkan bahwa ia akan terus memonitor perkembangan hingga situasi kembali kondusif.
Di tengah pernyataan tersebut, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya turut menyampaikan sikapnya terkait surat pemberhentian dirinya oleh pihak Syuriyah.
Dalam konferensi pers pada Rabu (26/11/2025), Gus Yahya menegaskan bahwa dirinya tidak akan mundur dari jabatan Ketum PBNU meski mendapat desakan dari sejumlah pihak.
Ia menyatakan bahwa mekanisme pemberhentian dirinya tidak dapat dilakukan melalui rapat harian Syuriyah, melainkan hanya melalui forum Muktamar. Menurutnya, proses yang dilakukan Syuriyah tidak dapat diterima, terlebih karena diwarnai tuduhan tanpa kesempatan bagi dirinya untuk memberikan klarifikasi.
Baca Juga: Para Kiai Sepuh NU Sesalkan Konflik Antar Pengurus PBNU, Diminta Tidak Dibawa ke Publik
Dengan dua sikap yang berbeda ini, polemik internal PBNU tampak masih jauh dari kata selesai. Seruan Cak Imin agar solusi diarahkan untuk kepentingan NU sebagai sebuah jam’iyyah menjadi sorotan, di tengah memanasnya tarik-menarik otoritas antara struktur Syuriyah dan Tanfidziyah.
Publik kini menunggu bagaimana langkah berikutnya dari seluruh pihak, serta apakah NU akan menemukan jalan keluar yang memulihkan stabilitas organisasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









