PWNU DKI Pilih Diam di Tengah Rencana Muktamar PBNU Usai Pemecatan Gus Yahya

AKURAT.CO Konflik internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus menghangat setelah Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menyatakan pemberhentian terhadap Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf dan berencana menggelar muktamar dalam waktu dekat. Namun, PWNU DKI Jakarta mengambil langkah berbeda: memilih untuk tidak memberikan komentar publik apa pun.
Ketua PWNU DKI Jakarta, KH Samsul Ma’arif, menegaskan bahwa pihaknya tidak berwenang memberikan tanggapan terkait dinamika yang terjadi di tingkat pusat. Pernyataan ini ia sampaikan kepada Republika sebagai respon atas beredarnya klaim pengambilalihan kepemimpinan pascapemecatan Gus Yahya.
“Saya tidak punya kewenangan untuk mengomentari itu. Kami sudah sepakat, semuanya kami kembalikan kepada pengurus wilayah dan diserahkan kepada PBNU,” ujarnya kepada wartawan belum lama ini.
Baca Juga: Gus Yahya Surati Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Begini Inti Pesan Suratnya
Sikap tersebut, menurutnya, bukan pandangan pribadi melainkan hasil rapat internal PWNU DKI. Dalam rapat itu, seluruh pengurus sepakat untuk menjaga jarak dari polemik di tingkat pusat dan menyerahkan sepenuhnya kepada PBNU sebagai pemegang otoritas tertinggi.
“Sekali lagi, PWNU DKI Jakarta sudah melakukan rapat terkait kasus yang terjadi di pengurus pusat. Hasilnya, kami sepakat untuk tidak memberikan komentar apa pun dan menyerahkan sepenuhnya kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa keputusan tersebut diambil untuk menjaga suasana internal agar tidak berkembang menjadi polemik yang melebar. PWNU DKI memilih sikap berhati-hati sambil menunggu keputusan resmi PBNU terkait rencana muktamar yang disebut-sebut akan digelar Rais Aam.
Sementara itu, Syuriyah PBNU belum menetapkan kapan muktamar tersebut akan dilaksanakan. Konflik antara dua pucuk pimpinan PBNU ini menjadi perhatian luas masyarakat Nahdliyin, terutama setelah berkembangnya wacana pemecatan dan klaim pengambilalihan kepemimpinan.
Situasi ini berpuncak setelah muncul foto pertemuan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar bersama Prof M Nuh dalam konferensi pers di PWNU Jawa Timur pada Sabtu (29/11/2025), yang turut memantik spekulasi mengenai langkah-langkah berikutnya dalam penyelesaian konflik kepemimpinan PBNU.
PWNU DKI Jakarta menegaskan tetap menjaga konsolidasi dan stabilitas internal, sembari menunggu arahan resmi dari PBNU sebagai pengendali utama organisasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









