Akurat
Pemprov Sumsel

Tujuh Banom NU Keluarkan Pernyataan Resmi, Desak PBNU Gelar Musyawarah Jernih dan Jaga Marwah Organisasi

Fajar Rizky Ramadhan | 5 Desember 2025, 20:57 WIB
Tujuh Banom NU Keluarkan Pernyataan Resmi, Desak PBNU Gelar Musyawarah Jernih dan Jaga Marwah Organisasi

AKURAR.CO Konflik internal di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) belum juga usai. Dua pihak yang berbeda pendapat, yaitu Tanfidziyah PBNU dan Syuriyah PBNU masih belum menemukan jalan islah.

Para pimpinan badan otonom (banom) Nahdlatul Ulama di tingkat pusat merilis pernyataan bersama pada Jumat, 5 Desember 2025, sebagai respons atas dinamika internal yang terjadi di tubuh NU.

Dokumen resmi tersebut ditandatangani tujuh pimpinan banom utama NU yaitu H. Addin Jauharudin (Ketua Umum PP GP Ansor), Muchamad Nabil Haroen (Ketua Umum PP Pagar Nusa), M. Shofiyulloh Cokro (Ketua Umum PB PMII), Irham Ali Saifuddin (Presiden DPP Sarbumusi), Muh Agil Nuruz Zaman (Ketua Umum PP IPNU), Prof. Dr. KH. Ali Masykur Musa (Mudir Aliyah JATMAN) dan Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin (Ketua Umum PP ISNU).

Baca Juga: Kiai Imaduddin: Kalau Mau Menyelamatkan NU, KH Miftachul Akhyar, Gus Yahya dan Gus Ipul Harus Mundur

Dalam pernyataan yang diterima redaksi, para pimpinan banom menjelaskan bahwa mereka telah mencermati perkembangan internal jam’iyyah dan merasa perlu memberikan pandangan kolektif demi menjaga keutuhan NU.

Berikut tujuh poin pernyataan dari tujuh badan otonom NU tersebut:

  1. Kami meneguhkan komitmen bersama untuk menjaga persatuan jam’iyyah, berlandaskan nilai tawasuth, tawazun, tasamuh, dan i’tdal, demi kokohnya rumah besar Nahdlatul Ulama.

  2. Kami memohon kepada PBNU dan seluruh pemangku kepentingan agar secepat-cepatnya melakukan musyawarah yang jernih, tenang, dan terbuka untuk mencari jalan terbaik dan menghasilkan keputusan yang arif demi kemaslahatan jam’iyyah dan jama’ah Nahdlatul Ulama.

  3. Kami mengapresiasi dan mendukung setiap upaya silaturahmi, tabayyun, serta dialog yang dipimpin oleh para masyayikh, kiai sepuh, dan ibu nyai baik yang telah berlangsung maupun yang akan dilakukan sebagai ikhtiar mulia untuk menjaga ukhuwah nahdliyah dan keutuhan jam’iyyah.

  4. Kami berikhtiar menjaga marwah organisasi dengan menegakkan adab, mengedepankan akhlak, serta menghindari segala bentuk ucapan maupun tindakan yang dapat menimbulkan kegaduhan, baik di internal jam’iyyah maupun di ruang publik.

  5. Kami berharap kepemimpinan PBNU senantiasa menjadi teladan dalam menjaga harmoni kehidupan organisasi serta mengutamakan kemaslahatan umat.

  6. Kami menginstruksikan kepada seluruh pimpinan badan otonom di semua angkatan untuk tetap fokus menjalankan program kerja, memperkuat koordinasi dengan kepengurusan pusat masing-masing, dan terus memperkokoh khidmah kepada Nahdlatul Ulama dan masyarakat.

  7. Kami mengajak seluruh pimpinan pondok pesantren, para mursyid, serta pimpinan NU dan badan otonom di semua angkatan untuk senan,asa meningkatkan dzikir, doa, istighotsah, dan munajat kepada Allah SWT agar diberikan taufik dan hidayah, dengan kejernihan hati, dan penuh hikmah, sehingga segala persoalan dapat segera terselesaikan dengan cara yang bermartabat.

Baca Juga: Wasekjen PBNU: Gus Yahya Sudah Tak Berhak Mengatasnamakan Ketum PBNU

Dokumen tersebut ditutup dengan pernyataan doa, “Semoga Allah SWT membimbing langkah kita dengan kejernihan hati, sehingga setiap ikhtiar kembali pada kemaslahatan dan keutuhan jam’iyyah.”

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa para pimpinan banom menginginkan langkah segera, jernih, dan terukur untuk meredakan ketegangan internal PBNU serta mengembalikan fokus jam’iyyah pada kemaslahatan umat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.