Komisi II DPR Wanti-wanti Alih Fungsi 554 Ribu Hektare Sawah: Ancaman Serius Ketahanan Pangan

AKURAT.CO Komisi II DPR RI menanggapi serius pernyataan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid yang mengungkapkan terjadinya alih fungsi lahan sawah seluas 554.000 hektare sepanjang 2019–2025 menjadi kawasan permukiman dan industri.
Anggota Komisi II DPR RI, Mohammad Toha, menilai, angka tersebut sebagai sinyal bahaya yang berpotensi mengancam ketahanan pangan nasional serta keberlanjutan lingkungan hidup.
Ia menegaskan Badan Pertanahan Nasional (BPN) harus memperketat pengawasan dan mencegah alih fungsi lahan sawah produktif di seluruh daerah.
“Saya minta BPN di seluruh wilayah melakukan pengawasan ketat. Jika ada pengembang atau perusahaan yang mengurus izin alih fungsi lahan sawah, harus langsung ditolak. Tidak ada alasan kompromi,” ujar Toha dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/12/2025).
Selain itu, Toha juga menyoroti peran pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan lahan pertanian.
Baca Juga: Momen Humanis Prabowo di Posko Pengungsian: Tegur Paspampres agar Warga Tak Didorong
Ia mendesak para kepala daerah untuk konsisten menegakkan aturan sesuai amanat undang-undang dan tidak terpengaruh kepentingan pengembang maupun industri.
“Kepala daerah jangan main mata dengan pengusaha. Lahan sawah tidak boleh dijadikan komoditas untuk kepentingan jangka pendek. Jika ada perusahaan yang nekat melakukan alih fungsi lahan sawah, laporkan ke polisi. Harus ada efek jera,” tegas legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah V tersebut.
Menurut Toha, keberadaan lahan sawah bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan menyangkut masa depan bangsa.
Ia mengingatkan, alih fungsi lahan yang terus meningkat dapat mendorong Indonesia ke arah krisis pangan.
“Kita tidak boleh membiarkan lahan pangan strategis hilang begitu saja. Negara harus hadir dan berdiri di depan untuk melindunginya,” tambahnya.
Ia berharap pemerintah pusat dan daerah dapat memperkuat koordinasi dalam menjaga lahan pertanian, termasuk melalui penegakan tata ruang yang konsisten serta penindakan tegas terhadap pihak-pihak yang melanggar ketentuan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








