Akurat
Pemprov Sumsel

Kisah Heroik Sertu Giman Selamatkan 20 Korban Banjir di Aceh Tamiang: Allah Beri Saya Kekuatan

Atikah Umiyani | 21 Desember 2025, 14:59 WIB
Kisah Heroik Sertu Giman Selamatkan 20 Korban Banjir di Aceh Tamiang: Allah Beri Saya Kekuatan

AKURAT.CO Seorang personel TNI, Sersan Satu (Sertu) Giman Saputra, rela mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan warga saat banjir bandang melanda Aceh Tamiang pada 26 November lalu. 

Anggota Koramil 02 Karangbaru, Kodim 0117 Aceh Tamiang tersebut berenang sendirian, mondar-mandir di tengah arus deras, mengevakuasi sekitar 20 orang. Sebagai seorang prajurit, Sertu Giman merasa memiliki kekuatan dan kemampuan.

Namun lebih dari itu, sebagai manusia biasa, dia juga memiliki perasaan dan empati. Naluri kemanusiaannya bangkit saat tetangga-tetangganya berteriak meminta pertolongan di tengah kepungan air bah.

Baca Juga: Update Data Korban Bencana Sumut, BNPB: 369 Orang Meninggal dan 71 Masih Hilang

Usai memastikan keluarganya berada di tempat yang lebih tinggi dan aman, Giman langsung kembali ke rumah-rumah yang terendam. Dengan berenang bolak-balik, dia mengevakuasi warga satu per satu. 

Sebuah ban bekas pinjaman dari tetangganya ia gunakan sebagai alat bantu. Ada lansia, anak-anak, hingga balita yang berhasil diselamatkannya.

"Saya sebagai manusia ya punya hati nurani lah. Saya korbankan nyawa. Insyaallah memang saya sanggup. Insyaallah, bilang itu. Makanya saya nekat tolong mereka semua," kata Sertu Giman saat ditemui di sekitar rumahnya di Desa Bundar, Kecamatan Karangbaru, Aceh Tamiang, dikutip Minggu (21/12/2025).

Giman mengaku mengerahkan seluruh tenaga dan pikirannya, agar proses evakuasi berjalan hingga tuntas. Kondisi fisiknya saat itu nyaris tak sanggup lagi menahan lelah. 

"Walaupun saya waktu itu mau pingsan rasanya. Tapi minta pertolongan Ya Allah. Berilah aku kekuatan. Di situ timbul lagi kemangkat saya," kenangnya.

Nyaris tanpa istirahat, Giman terus berenang, mengevakuasi warga dari rumah-rumah yang terendam air hingga lebih dari empat meter. Setelah menjemput warga, dia naik ke atap seng, lalu kembali lagi ke arus banjir.

Baca Juga: Pemerintah Mulai Revitalisasi Puskesmas di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera

"Terus, terus, terus sampai selesai. Sekitar jam lima sore baru benar-benar selesai," ujarnya.

Di tengah upaya penyelamatan itu, Giman juga sempat menolong sesama anggota TNI yang hanyut bersama anaknya, dengan alat seadanya. Ketika ban yang sebelumnya dia gunakan harus dikembalikan kepada pemiliknya, dia tak berhenti.

Dia kemudian menggunakan rakit darurat dari jerigen untuk melanjutkan evakuasi. "Ban dan pelampung sudah diambil yang punya. Jadi waktu itu saya menyelamatkan empat orang, termasuk anak tentara dan bapaknya, pakai rakit dari jerigen," tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.