Ultimatum Kiai Sepuh NU: Gus Yahya dan Kiai Miftah Wajib Islah dalam 3x24 Jam atau Muktamar Dipercepat

AKURAT.CO Forum Musyawarah Kubro yang digelar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, mengeluarkan sikap keras terhadap konflik internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Para kiai sepuh mendesak Rais Aam dan Ketua Umum PBNU segera melakukan islah atau perdamaian dalam tenggat waktu 3x24 jam demi menjaga marwah organisasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara Forum Musyawarah Kubro, KH Oing Abdul Muid. Ia menilai konflik berkepanjangan di internal PBNU telah berada pada titik yang mengkhawatirkan dan berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap NU.
“Konflik yang terjadi telah meruntuhkan marwah dan wibawa jam’iyah, serta secara nyata menghilangkan kepercayaan publik yang selama ini terbangun terhadap NU,” ujar KH Oing Abdul Muid di Pesantren Lirboyo, Minggu (21/12/2025).
Baca Juga: Dipanggil Kiai Sepuh, Gus Yahya Hadiri Musyawarah Kubro NU di Lirboyo
Forum Musyawarah Kubro menegaskan ultimatum islah diberikan terhitung sejak 21 Desember 2025. Jika dalam kurun waktu 3x24 jam tidak tercapai perdamaian antara pimpinan PBNU, forum telah menyiapkan langkah lanjutan.
“Kami meminta Rais Aam dan Ketua Umum PBNU untuk melakukan islah selambat-lambatnya dalam kurun waktu 3x24 jam,” tegas Gus Muid.
Apabila upaya islah tersebut gagal, forum mendorong penyelenggaraan Muktamar Dipercepat pada 2026. Dalam skema ini, pimpinan PBNU diminta menyerahkan kewenangan kepada Mustasyar NU untuk mempersiapkan dan melaksanakan muktamar tersebut paling lambat 1x24 jam setelah tenggat islah berakhir.
Opsi berikutnya, jika Muktamar Dipercepat tidak terealisasi, forum sepakat mendorong pelaksanaan Muktamar Luar Biasa (MLB). MLB akan digelar dengan syarat dukungan minimal 50 persen plus satu dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan ditargetkan terlaksana sebelum keberangkatan kloter pertama jemaah haji 2026.
“MLB diselenggarakan selambat-lambatnya sebelum pemberangkatan kloter pertama jamaah haji 2026. Kepanitiaannya disusun oleh PWNU dan PCNU dengan melibatkan unsur internal NU yang dipandang perlu,” kata Gus Muid.
Baca Juga: Dipanggil Kiai Sepuh ke Lirboyo, Gus Yahya Berharap Musyawarah Kubro Bisa Menyatukan Kebutuhan
Forum Musyawarah Kubro di Lirboyo merupakan lanjutan dari pertemuan serupa yang sebelumnya digelar di Pesantren Al Falah Kediri dan Pesantren Tebuireng Jombang. Kegiatan ini diikuti ratusan perwakilan PWNU, PCNU, serta PCINU dari berbagai wilayah, baik secara langsung maupun daring.
Sejumlah ulama sepuh dan Mustasyar PBNU hadir dalam forum tersebut, di antaranya KH Anwar Mansyur, KH Nurul Huda Djazuli, serta KH Ma’ruf Amin yang mengikuti secara daring. Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan mantan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj juga turut hadir.
Musyawarah Kubro ini diharapkan menjadi titik balik untuk mengakhiri konflik internal PBNU dan mengembalikan stabilitas serta kepercayaan publik terhadap Nahdlatul Ulama sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










