Akurat
Pemprov Sumsel

Tak Cerminkan Etika Akademik, Dosen UIM yang Meludahi Kasir Harus Diberi Sanksi Tegas

Ahada Ramadhana | 29 Desember 2025, 17:26 WIB
Tak Cerminkan Etika Akademik, Dosen UIM yang Meludahi Kasir Harus Diberi Sanksi Tegas

AKURAT.CO Komisi X DPR RI mendorong agar dosen Universitas Islam Makassar (UIM) bernama Amal Said yang diduga meludahi seorang kasir di Makassar, untuk diberi sanksi tegas dan profesional. 

Sebab, Amal Said masih berstatus ASN sehingga penindakan secara tegas dan proporsional sesuai peraturan. Mulai dari sanksi disiplin ASN, sanksi etik oleh perguruan tinggi, hingga permintaan maaf terbuka, agar menimbulkan efek jera sekaligus menjadi pelajaran bahwa ruang publik dan dunia akademik menuntut sikap beradab, bukan arogansi.

"Alasan emosi tidak bisa dijadikan pembenaran, karena pengendalian diri justru menjadi bagian dari integritas seorang dosen," kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian, dalam keterangannya, Senin (29/12/2025).

Baca Juga: UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, DPR Akui Kesejahteraan Dosen Belum Tuntas

Lalu pun menyayangkan sikap arogansi seorang dosen yang seharusnya menjadi pendidik profesional, dan juga menjadi contoh teladan moral. Maka dengan sikap arogansi tersebut, jelas bertentangan dengan nilai etika akademik, adab sosial, dan martabat profesi pendidik.

"Saya memandang peristiwa tersebut sangat disayangkan dan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apapun. Dosen adalah pendidik sekaligus teladan moral di ruang publik, sehingga sikap arogan, apalagi tindakan meludah kepada pekerja layanan," jelasnya.

Dia pun menekankan bersikap arogan seyogyanya tidak boleh dilakukan bukan hanya oleh seorang dosen, melainkan semua umat manusia. Karenanya, tindakan tersebut jelas bukan merupakan tindakan yang tidak beradab.

"Tidak beradab, merendahkan martabat kemanusiaan, dan sama sekali tidak dapat ditoleransi dalam kehidupan sosial mana pun," tegasnya.

Sebelumnya, seorang dosen bernama Amal Said dilaporkan meludahi kasir berinisial N (21) di salah satu swalayan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Amal meludahi korban lantaran diduga ditegur memotong antrean.

Amal mulanya Amal mengantre sambil membawa keranjang belanja. Namun, tiba-tiba dia memotong antrean dan berdiri di depan kasir yang sedang melayani pelanggan lain.

Baca Juga: Mau Jadi Asisten Dosen? Yuk Kenali Tugas, Syarat, dan Keuntungannya!

Amal lalu membuka dompet saat kasir memasukkan barang ke kantong plastik dan tanpa diduga meludahi kasir di depannya.

Di kesempatan lainnya, Amal Said membeberkan kronologi versinya terkait insiden meludahi kasir swalayan berinisial N (21). Amal membantah narasi yang menyebut dirinya menyerobot antrean.

"Saya kan dituduh menyerobot antrean. Sebenarnya ndak, saya itu kan pindah dari antrean yang tujuh orang di situ ke antrean yang sudah kosong. Tidak benar itu saya menyerobot," ujar Amal Said dikutip detikSulsel, Sabtu (27/12).

Menurutnya, saat kejadian ada lima meja kasir yang berjejer yang salah satunya dalam keadaan kosong. Dia memutuskan berpindah antrean karena merasa tidak ada konsumen lain yang akan menuju kasir tersebut.

Dia menyebut kasir yang melayaninya pada awalnya tidak protes dan tetap memproses transaksi belanjaannya. Namun, emosinya mulai tersulut ketika staf swalayan itu mempertanyakan alasannya tidak ikut mengantre di barisan sebelumnya.

Amal Said merasa tersinggung karena merasa dipersulit, dan diperlakukan tidak sopan meski dirinya sudah tua. Menurutnya, tindakannya meludah juga merupakan reaksi spontan.

"Saya sadar itu (tindakan meludah) memang tidak benar kalau begitu sama orang. Tapi, itu sangat manusiawi kalau dikasih jengkel dan bereaksi," ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.