Aliansi Buruh Gelar Aksi Solidaritas, Tolak UMP Jakarta 2026 dan Tuntut Penetapan UMSK Jabar

AKURAT.CO Aliansi buruh yang terdiri dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Serikat Pekerja Nasional (SPN), dan Partai Buruh menggelar aksi solidaritas, untuk menolak kebijakan upah minimum yang dinilai memiskinkan buruh.
Aksi yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, menjadi bentuk penolakan serentak penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta tahun 2026 yang berada di bawah Kebutuhan Hidup Layak (KHL).
"Kami menolak upah tidak layak yang memiskinkan pekerja dan meminta untuk segera ditetapkan UMSK Jawa Barat 2026 yang sesuai rekomendasi Bupati dan Walikota," kata Perwakilan dari SPN Serang, Banten, Tatang, Selasa (30/12/2025).
Baca Juga: KSPI Tolak UMP Jakarta Rp5,7 Juta di 2026: Turunkan Daya Beli Buruh
Dalam aksi tersebut, massa menuntut agar pemerintah menolak kebijakan upah minimum yang tidak berpihak kepada buruh. Mereka menilai, besaran upah yang ditetapkan saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan hidup pekerja dan keluarganya, terutama di wilayah dengan biaya hidup tinggi.
"Gaji sekarang memang naik, tapi kebutuhan pokok juga terus-terusan naik. Sebetulnya kalau harga-harga ikut turun gaji sekarang cukup asal tadi kebutuhan lainnya ikut turun," ujarnya.
Selain menolak UMP Jakarta 2026, aliansi buruh juga mendesak pemerintah daerah di Jawa Barat agar menetapkan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK). Mereka meminta Bupati dan Wali Kota mengambil peran aktif dalam menetapkan UMSK, sebagai bentuk perlindungan bagi buruh sektor-sektor tertentu.
Baca Juga: KSPI Jakarta Tuntut UMP 2026 di Rp5,8 Juta: Standar Kebutuhan Hidup Layak
"Terus lagi buruh dari sektor pekerja lain saat ini terutama di wilayah Jawa Barat belum mendapatkan perlindungan yang sesuai. Harusnya Menteri Ketenagakerjaan bisa lihat itu, turun ke pabrik-pabrik," jelasnya.
Aliansi buruh juga menegaskan, penetapan upah yang layak merupakan amanat konstitusi dan harus mengacu pada KHL. Mereka menyatakan akan terus melakukan konsolidasi dan aksi lanjutan, jika tuntutan tersebut tidak direspons oleh pemerintah.
Aksi solidaritas ini berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Buruh berharap, pemerintah segera membuka ruang dialog dan mengevaluasi kebijakan pengupahan agar lebih adil dan berpihak pada kesejahteraan pekerja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





