Beda Ucapan Gus Yahya soal Status Gus Ipul sebagai Sekjen PBNU

AKURAT.CO Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyatakan konflik internal PBNU telah selesai dan organisasi kembali solid.
Pernyataan itu disampaikan Gus Yahya usai pertemuan jajaran pimpinan PBNU di Pondok Pesantren Miftachussunnah, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (28/12/2025).
“Semua hal yang kemarin menjadi persoalan kami anggap sudah lewat,” kata Gus Yahya.
Ia menegaskan bahwa tidak ada lagi masalah di internal PBNU dan seluruh pengurus kembali dalam suasana kebersamaan.
“Kami kembali lagi kepada kebersamaan,” ujarnya.
Menurut Gus Yahya, pertemuan di Ponpes Miftachussunnah menjadi penanda penting kembalinya soliditas kepengurusan PBNU. Pertemuan tersebut juga disebut sebagai tindak lanjut dari kesepakatan islah yang sebelumnya dicapai di Pondok Pesantren Lirboyo.
“Silaturahmi itu adalah momentum untuk mengukuhkan apa yang telah disepakati di Lirboyo pada Kamis yang lalu,” ujar Gus Yahya.
Baca Juga: Haji Khusus 2026 Terancam Gagal Berangkat Secara Massal, Ini Sebabnya
Ia menjelaskan bahwa kesepakatan di Lirboyo menegaskan komitmen seluruh pengurus PBNU untuk berjalan beriringan. Gus Yahya juga menegaskan tidak ada perubahan dalam struktur kepengurusan PBNU, termasuk posisi Sekretaris Jenderal.
“Pokoknya sekarang kembali bersama seperti semula,” katanya, seraya menyebut bahwa posisi Sekjen PBNU tetap dijabat Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.
Namun, pernyataan tersebut mendapat tanggapan dari Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Sulaiman Tanjung. Ia menilai sikap Gus Yahya tidak konsisten dengan kesepakatan islah yang telah disampaikan kepada para kiai.
Sulaiman merujuk pada pernyataan Gus Yahya dalam acara peluncuran Badan Gizi Nasional (BGN) di Jawa Tengah pada Selasa (30/12/2025), di mana Gus Yahya justru menyebut Amin Said Husni sebagai Sekretaris Jenderal PBNU.
Menurut Sulaiman, pernyataan tersebut bertolak belakang dengan sikap Gus Yahya setelah bertemu Rais Aam PBNU, yang sebelumnya menyatakan bahwa proses islah telah berjalan dan posisi Sekjen tetap dipegang Gus Ipul.
“Ini yang kami sayangkan. Keluar dari rumah Rais Aam menyampaikan pesan islah dan menyebut Sekjen kembali ke Gus Ipul. Tetapi dalam forum publik di Jawa Tengah justru menyebut nama lain. Ini menunjukkan ketidakkonsistenan sikap,” ujar Sulaiman Tanjung, Rabu (31/12/2025).
Ia menegaskan perbedaan pernyataan itu bukan persoalan personal, melainkan menyangkut etika organisasi dan kesungguhan menjaga kesepakatan bersama. Menurutnya, dalam tradisi NU, islah bukan sekadar narasi, tetapi komitmen moral yang harus tercermin dalam tindakan.
Baca Juga: Gus Yahya Ralat Pergantian Posisi Gus Ipul dari Sekjend PBNU
“Kalau pernyataan berubah-ubah, publik tentu menilai bahwa tidak ada iktikad islah yang sungguh-sungguh. Padahal para kiai sudah berusaha keras meredakan situasi melalui berbagai pertemuan,” tegasnya.
Sulaiman juga mengingatkan pentingnya peran Rais Aam PBNU dalam tata kelola organisasi. Ia menegaskan bahwa agenda besar jam’iyyah, termasuk muktamar, tidak dapat dilepaskan dari otoritas Rais Aam.
“Muktamar itu tidak bisa diselenggarakan tanpa peran dan persetujuan Rais Aam. Karena itu, setiap langkah yang mengabaikan posisi Rais Aam sama saja dengan mengabaikan konstitusi dan tradisi NU,” katanya.
Ia berharap seluruh pihak dapat menahan diri, bersikap konsisten, dan menghormati struktur serta keputusan ulama demi menjaga persatuan dan marwah Nahdlatul Ulama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









