Prabowo Cerita Kerap Disogok Banyak Pihak Selama Jadi Presiden: Geleng-geleng Kepala Saya

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya untuk menjalankan pemerintahan secara bersih dan berpegang pada kepentingan bangsa serta negara.
Dia mengaku dalam satu tahun masa kepemimpinannya, dirinya kerap menghadapi berbagai upaya yang berpotensi melanggar aturan. Namun, dia menegaskan memilih untuk tetap konsisten menegakkan regulasi dan menolak terlibat dalam praktik-praktik yang menyimpang.
"Aku satu tahun saja jadi Presiden, geleng-geleng kepala juga. Saya berapa kali saya mau disogok, minta ini minta itu? Tegakkan peraturan sesuai dengan kepentingan bangsa dan negara, saya tidak ikut yang lain-lain," ucap Prabowo di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
Baca Juga: 5.700 Desa Masih Gelap, Prabowo Minta Bahlil Akselerasi Elektrifikasi
Tak hanya itu, dia juga menceritakan pengalamannya ketika menerima laporan berisi daftar puluhan perusahaan yang diduga melakukan pelanggaran, dan terancam pencabutan izin. Dia menegaskan tidak ingin terlibat langsung dalam menelaah daftar tersebut, guna menghindari potensi konflik kepentingan.
"Saya bilang, saya tidak mau karena ada teman saya di situ. Iya kan, tidak enak, bisa terpengaruh. Saya begitu saya lihat, eh ini Gerindra lagi, jadi lebih baik saya tidak mau lihat. Saya tidak mau tahu," kata Prabowo.
"Saya tidak mau baca karena saya tidak mau terpengaruh. Tolong bapak pelajari ini, jangan-jangan saya takut ada teman saya di situ," imbuhnya.
Baca Juga: Prabowo Target Seluruh Desa di Indonesia Terima MBG Tahun Ini
Prabowo menegaskan bahwa penindakan terhadap perusahaan pelanggar sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum. Dia menekankan, setiap pelanggaran harus diproses secara tegas sesuai hukum tanpa perlakuan istimewa kepada pihak mana pun.
Menurutnya, amanat Pasal 33 Ayat 3 Undang-Undang Dasar 1945 sudah sangat jelas, yakni bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
"Apa yang tidak jelas? Yang tidak paham, keluar saja dari jabatan. Segera mengundurkan diri. Banyak yang bisa gantikan, saudara-saudara. Anak-anak muda yang baik-baik itu mau berjuang untuk kebaikan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








