Veronica Tan: Perempuan Punya Peran Strategis dalam Pembangunan Desa

AKURAT.CO Desa merupakan ruang strategis untuk mendorong kemandirian sosial dan ekonomi, khususnya melalui penguatan peran perempuan.
Demikian disampaikan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, dalam puncak Peringatan Hari Desa Nasional 2026 yang digelar di Lapangan Butuh, Kabupaten Boyolali, Kamis (15/1/2026).
Dia mengatakan, perempuan punya peran strategis dalam pembangunan desa, mengingat perempuan mencakup sekitar 50 persen dari total penduduk Indonesia.
"Perempuan di desa harus didukung ruang geraknya untuk pemberdayaan. Banyak perempuan yang hari ini bukan hanya menjadi tulang rusuk tetapi juga tulang punggung keluarga," ujar Veronica.
Menurutnya, pemberdayaan perempuan desa dapat menciptakan kemandirian komunitas dan diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.
Program Kebun Pangan Lokal dinilai menjadi salah satu ruang konkret pemberdayaan dan peningkatan aksesibilitas ekonomi bagi perempuan desa yang dapat dikembangkan.
"Kebun pangan lokal, ditambah dengan program dari Kementerian Pertanian, bisa menjadi kolaborasi yang membuka ruang pemberdayaan dan akses bagi perempuan. Kami juga sedang menjalankan Kebun Pangan Lokal untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG)," jelasnya.
Baca Juga: Perlindungan Perempuan–Anak di Lokasi Pengungsian Bencana Sumatera Jadi Prioritas
Veronica meyakini penguatan kapasitas perempuan desa akan berdampak langsung pada ketahanan desa secara keseluruhan.
Dia juga mengingatkan pentingnya sinergi antarkementerian dan lembaga melalui kolaborasi sebagai langkah strategis untuk mendukung Kementan melalui pembibitan dan pendampingan, serta Koperasi Desa Merah Putih untuk pemasaran.
"Perempuan memegang peranan yang sangat penting. Ketika kita memberikan ruang berdaya dan akses kepada perempuan, mereka bisa menjadi pelaku pembangunan. Petani perempuan juga sangat banyak. Saya yakin perempuan kuat, desa akan kuat, dan negara juga akan menjadi kuat," terangnya.
Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menegaskan pentingnya sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat desa.
"Desa memiliki peran sentral dan strategis dalam menopang ketahanan ekonomi nasional. Desa selama ini telah menjadi penyedia bahan pangan, tenaga kerja, dan bahan baku industri lokal yang menopang kebutuhan masyarakat perkotaan dan pembangunan nasional," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mendes memimpin Deklarasi Boyolali yang dibacakan bersama dengan menekankan tiga poin utama. Pertama, komitmen melaksanakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam rangka mewujudkan Asta Cita ke-6 yakni 'Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.'
Kedua, penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung swasembada pangan dan energi, program Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), dan berbagai program prioritas lainnya.
Baca Juga: Tak Sekadar Dapur, Perempuan Jadi Penentu Sukses Program Makan Bergizi Gratis
Ketiga, penegasan posisi masyarakat desa sebagai pelaku utama pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








