Basarnas Akan Maksimalkan Waktu Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500

AKURAT.CO Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyatakan proses evakuasi pesawat ATR 42-500 akan dilakukan sesuai dengan operasional dan prosedur, yaitu selama tujuh hari.
Namun, ketentuan ini bersifat fleksibel dengan melihat kebutuhan dan juga hasil temuan di lapangan. Karena itu, pihaknya tengah berusaha dengan memaksimalkan waktu untuk melakukan evaluasi menyeluruh pada hari ketujuh mendatang.
"Apabila seluruh korban ditemukan sebelum 7 hari, tentunya operasi itu akan dinyatakan selesai dan akan dilanjutkan oleh KNKT. Namun kalau misalkan selama tujuh hari itu belum mendapatkan hasil, kita bisa memperpanjang dengan pertimbangan-pertimbangan khusus," kata Syafii kepada Akurat.co, dikutip Rabu (21/1/2026).
Baca Juga: Gunung Bulusaraung Jadi Sorotan, Medan Ekstrem Lokasi Jatuhnya Pesawat ATR 42-500
Sebelumnya, tim SAR gabungan di lapangan kini mulai memfokuskan upaya pada proses evakuasi korban. Hingga saat ini, dua korban telah ditemukan dan sedang dalam proses evakuasi.
"Kedua korban yang sudah ditemukan saat ini sedang dievakuasi. Tantangan utama di lapangan adalah kondisi medan dan cuaca yang tidak menentu," ujar Syafii saat ditemui di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
"Dengan jumlah personel yang ada, kami berupaya melakukan evakuasi. Apabila pesawat tidak memungkinkan untuk mengangkut korban, kami akan memindahkan korban ke punggung gunung dari puncak Gunung Buru Sarawut," jelasnya.
Pihaknya masih berharap adanya keajaiban dan kemungkinan korban ditemukan dalam kondisi selamat. Tim SAR juga terus mengumpulkan puing-puing pesawat untuk diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sebagai bagian dari proses investigasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








