SBY Puji Kehadiran Presiden Prabowo di WEF Davos 2026, Indonesia Mengambil Peran di Saat Dunia Kritis

AKURAT.CO Presiden Ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memberikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas kehadiran dan partisipasinya dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss.
Menurut SBY, langkah Presiden Prabowo tersebut menunjukkan komitmen Indonesia untuk tetap aktif mengambil peran dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.
"Saya harus memberikan pujian kepada presiden kita, Bapak Prabowo Subianto, karena berkenan untuk hadir dan berpartisipasi dalam pertemuan di Davos," ujar SBY, melalui tayangan akun Youtube @SusiloBambangYudhoyono, Sabtu (24/1/2026).
SBY menilai pertemuan Davos berlangsung di tengah situasi global yang krusial dan penuh kerawanan, mulai dari konflik geopolitik hingga ancaman instabilitas ekonomi dunia.
Karena itu, kehadiran para pemimpin dunia, termasuk Presiden Indonesia, dinilainya sangat penting.
Baca Juga: Penuh Keakraban, Prabowo Penuhi Jamuan Santap Malam dengan Presiden Macron
"Ini saat yang kritis, saat yang memerlukan kebersamaan termasuk pemikiran bersama dari para pemimpin dunia. Kalau presiden kita hadir, tentu terlibat untuk mencari solusi dan memikirkan sesuatu untuk kebaikan dunia kita," jelasnya.
SBY juga mengingatkan bahwa sejak era Presiden Soekarno, Indonesia memiliki tradisi politik luar negeri yang aktif dalam percaturan global. Hal tersebut juga ditegaskan dalam konstitusi Indonesia.
"Konstitusi kita mengatakan demikian. Jadi, melegakan presiden kita hadir dan mengambil bagian dalam perhelatan di Davos tersebut," katanya.
SBY berharap keterlibatan Indonesia di forum internasional seperti WEF Davos 2026 dapat menjadi bagian dari upaya kolektif dunia untuk mencegah terjadinya krisis global dan konflik berskala luas.
Ia menilai pertemuan tersebut berpotensi menjadi momentum perubahan ke arah yang lebih baik.
Baca Juga: Prabowo di WEF 2026: Pengentasan Kemiskinan Bukan Sekadar Program
"Mudah-mudahan ini menjadi semacam game changer untuk mencegah hal-hal buruk terjadi di dunia," kata SBY.
Presiden Prabowo Subianto memaparkan arah dan program-program utama pemerintah Indonesia dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).
Presiden Prabowo menegaskan bahwa selain perdamaian dan stabilitas, pertumbuhan ekonomi membutuhkan tata kelola negara yang kuat serta alokasi modal yang efisien.
Dalam konteks tersebut, ia menjelaskan, pembentukan sovereign wealth fund Danantara Indonesia sebagai instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan dan industrialisasi nasional. Danantara disebut sebagai fondasi kemitraan Indonesia dengan investor global.
"Danantara adalah sovereign wealth fund dengan aset kelolaan senilai satu triliun dolar AS. Bersama Danantara, saya dapat berdiri di hadapan Anda sebagai mitra yang setara," ujar Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo menambahkan, Indonesia saat ini tidak hanya dikenal sebagai negara yang stabil tetapi juga semakin menjadi lahan peluang investasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





