Meninggal Dunia hingga Jadi PNS, 3,9 Juta KPM Tak Lagi Terima Bansos dari Pemerintah

AKURAT.CO Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, mengungkapkan dalam temuan awal pemukhtahiran data bantuan sosial (bansos), sebanyak 360 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) tercatat telah menerima bantuan lebih dari 18 tahun.
Sedangkan 4,6 juta KPM tercatat menerima bansos lebih dari lima tahun. Sementara 2,7 juta penerima merupakan usia produktif.
"Ini adalah fakta-fakta untuk supaya kita bisa mengetahui lebih jauh tentang menerima bansos. Maka setelah terbitnya Inpres nomor 4 tahun 2025 itu kami bersama BPS melakukan kroscek kepada 12 juta lebih keluarga penerima manfaat didatengin langsung dialog diukur ulang," kata Saifullah dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, di gedung parlemen, Selasa (27/1/2026).
Baca Juga: Bansos Tahap Pertama
Pria yang biasa dipanggil Gus Ipul menyampaikan, persoalan bansos bukan hanya terkait anggaran, melainkan akurasi data dan keadilan distribusi. Karena itu, selain melakukan verifikasi lapangan pihaknya juga melakukan partisipasi publik melalui saluran yang disediakan yang melibatkan usulan pemerintah daerah, RT, RW, dan juga masyarakat melalui aplikasi cek bansos.
Maka ditemukan, sebanyak 3,9 juta KPM tidak lagi menerima bansos dengan berbagai alasan, seperti desil penerima, meninggal dunia, terlibat tindak pidana, hingga berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN).
"Kita berusaha sekuat tenaga tetap bisa melakukan graduasi kemudian membuka partisipasi masyarakat agar makin tahun tentu data kita makin akurat," ujarnya.
Dalam rapat tersebut, dia juga mengungkapkan, adanya transformasi Program Keluarga Harapan (PKH) dengan mengalihkan komponen lanjut usia dan disabilitas korban HAM. Serta lebih fokus pada peningkatan SDM untuk KPM dan optimalisasi kinerja pendamping.
Baca Juga: Cara Cek NIK KTP Penerima BPNT, PKH, dan Bansos Beras 2026 Secara Online
"Jadi nanti untuk lansia dan untuk penyandang disabilitas tidak lagi menjadi bagian dari program PKH kita kembalikan pada awalnya kita kembalikan tapi tetap mendapatkan bansos dalam program yang lain yaitu bantuan langsung berkelanjutan," katanya.
Selain itu, adanya transformasi menjadi makanan bergizi untuk lansia dan penyandang disabilitas dan juga adanya tambahan bagi perawat sosial setelah nantinya melakukan pelatihan-pelatihan tertentu.
"Hal ini juga dalam rangka memperkuat data kemudian bisa respon cepat ya menangani masalah-masa sosial di Kelurahan maupun dengan melakukan revitalisasi," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






