Perkuat Akurasi Data, Mensos Kembangkan Digitalisasi Bansos di 40 Kabupaten Kota

AKURAT.CO Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menyebut pemerintah terus mengembangkan digitalisasi bantuan sosial (bansos) dalam upaya meningkatkan akurasi data. Digitalisasi ini ditargetkan bisa dikembangkan di 40 kabupaten/kota tahun ini.
Untuk itu, Kementerian Sosial telah melakukan uji kelayakan digitalisasi bansos di Kabupaten Banyuwangi terhadap 357 ribu keluarga penerima manfaat (KPM).
"Kita sedang melakukan piloting di Banyuwangi ya kepada 357.000 KPM yang hasilnya memang cukup sedikit mengejutkan tetapi inilah fakta sekalian kita jadikan pilot project," ujar Saifullah dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, di gedung parlemen, Selasa (27/1/2026).
Baca Juga: Meninggal Dunia hingga Jadi PNS, 3,9 Juta KPM Tak Lagi Terima Bansos dari Pemerintah
Dari uji coba tersebut ditemukan tingkat kesalahan (error) mencapai 77 persen. Setelah dilakukan pengukuran ulang dengan desain digital, angka error turun menjadi 28,2 persen.
"Target kita ke depan, dengan digitalisasi, error data bisa ditekan di bawah 10 persen," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Ipul.
Jika uji coba ini berhasil, maka digitalisasi akan diperluas menjadi 42 daerah hingga bisa menyentuh seluuh wilayah di Indonesia, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Nantinya, sistem digital ini memungkinkan setiap warga mengajukan bansos secara mandiri, sementara sistem akan secara otomatis menentukan kelayakan berdasarkan data dan variabel yang telah ditetapkan.
Selain itu, Kementerian Sosial juga telah membuka berbagai kanal pemutakhiran data bansos seperti SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial New Generation) mellaui operator desa, kelurahan, hingga dinas sosial daerah.
Baca Juga: Bansos Tahap Pertama
"Dinsos kabupaten kota dan provinsi jadi aplikasi ini terhubung kepada operator-operator dari tingkat Kelurahan dinsos provinsi dan tentu nanti kemensoa setelah itu baru dikirim ke BPS untuk dilakukan verifikasi dan validasi ini adalah yang jalur formal jalur Ini," jelasnya.
Sementara, untuk jalur partisipasi hal itu dilakukan melalui aplikasi cek bansos, yang diharapkan dapat memenuhi variabel yang telah ditetapkan oleh BPS diantara nya adalah 39 variabel atau 14 variabel.
"Kuncinya nanti akan divalidasi oleh petugas dan juga tentu ada mekanisme monitoring dan evaluasi. Kita juga melakukan kroscek tahun lalu dan tahun ini Insyaallah BPS akan melakukan sensus insya Allah tahun ini BPS akan melakukan sensus dan pasti hasilnya akan lebih akurat," ujar Gus Ipul.
Selain itu, bagi masyarakat yang tidak biasa dengan aplikasi, bisa melalui call center 021- 171 yang beroperasi selama 24 jam. Serta Whatsapp center yang akan di launching pada februari mendatang.
Dia menegaskan, seluruh data dari berbagai saluran tersebut akan diverifikasi dan divalidasi oleh BPS, lalu disusun dalam peringkat desil 1 hingga 10. "Dengan data yang sudah diranking ini, kebijakan bansos akan jauh lebih presisi dan transparan," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









