Era Digital, Gibran Ajak Santri Ponpes Amanatul Ummah Perkuat Akhlak dan Literasi Teknologi

AKURAT.CO Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, menyapa para santri Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Dalam dialognya, Gibran mengimbau agar para santri harus melek teknologi, khususnya kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Dia menegaskan, pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang tidak hanya kuat secara moral dan spiritual, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menurutnya, penguasaan teknologi menjadi pelengkap penting agar para santri mampu berkontribusi aktif di tengah transformasi digital.
Baca Juga: Gibran Serap Nasihat Para Kiai di Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto
Sejalan dengan itu, dia menekankan pentingnya keseimbangan antara penguatan akhlak dan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi, sebagai bekal generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman.
"Jadi kalau santri ini, kan, ngajinya pasti baik, akhlaknya baik, tapi harus diimbangi dengan ilmu-ilmu yang bisa menjawab tantangan zaman. Jadi harus melek AI, nanti kita kirim guru juga untuk pelajaran coding," kata Gibran, dikutip Rabu (4/2/2026).
Di tengah derasnya arus informasi digital, dia juga mengingatkan para santri untuk bijak dalam menggunakan teknologi, khususnya dalam mengakses informasi melalui gawai. "Ini yang bawa HP, bawa smartphone harus bisa memilih dan memilah berita-berita yang baik. Jangan sampai terpapar oleh hoax," ucapnya.
Selain penguatan kapasitas santri, dia turut menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto, termasuk yang menyentuh sektor pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Baca Juga: Gibran Pastikan Pembangunan IKN Berjalan Sesuai Rencana, Tak Ada Proyek Mangkrak
"Tadi saya sampaikan juga ke Pak Kiai, jadi harus hati-hati sekali, saling menjaga. Dan tadi saya titip ke Pak Bupati (Mojokerto), mohon ini program-program dari pemerintah pusat, program dari Pak Presiden Prabowo agar bisa dijalankan dengan baik di sini," jelasnya.
Sebagai penutup, Gibran mengungkapkan rencananya untuk kembali berkunjung dengan membawa program penguatan kapasitas santri di bidang teknologi.
"Saya lihat di sini banyak sekali santri-santri muda, anak-anak muda. Ini mohon maaf sekali karena waktunya sangat terbatas. Kalau ke Pondok itu saya biasanya bawa guru AI sama bawa guru robot (robotik) untuk mengajar santri-santri, Pak Kiai, secara gratis. Jadi saya ini dulu, ya, Pak Kiai, utang. Nanti saya ke sini lagi bawa guru-gurunya," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








