Prabowo Bangun Fondasi Menuju Indonesia Maju Melalui MBG dan CKG

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto sedang membangun fondasi menuju Indonesia Maju dengan memastikan kesehatan dan gizi masyarakat.
Tekad ini diimplementasikan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan setiap hari bagi ibu hamil, balita, pelajar, dan santri.
Serta Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) setiap tahun sekali untuk seluruh lapisan masyarakat.
"Beliau (Presiden Prabowo) ingin seluruh rakyatnya memiliki standar gizi yang layak, tubuh yang sehat, serta gaya hidup modern dan maju melalui pemeriksaan kesehatan rutin. Ini perubahan perilaku menuju peradaban baru," jelas Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Hariqo Wibawa Satria, melalui keterangannya, Selasa (17/2/2026).
Hariqo menegaskan bahwa Indonesia kini bergerak lebih cepat berkat kerja keras semua pihak dan kritik dari masyarakat.
Baca Juga: Komisi I Ingatkan Prabowo: Negosiasi Tarif AS Harus Utamakan Kepentingan Nasional
MBG telah menjangkau 60 juta lebih penerima manfaat, menyerap 975.411 tenaga kerja baru, melibatkan 68.551 UMKM, serta meringankan beban ekonomi jutaan keluarga Indonesia.
Di era MBG ini juga 70 juta orang Indonesia sudah merasakan manfaat Program CKG pada tahun 2025.
"Belum pernah terjadi dalam sejarah Indonesia jumlah peserta pemeriksaan kesehatan preventif sebanyak yang dicapai pada tahun 2025. Untuk tahun 2026, targetnya adalah 136 juta rakyat mendapatkan Cek Kesehatan Gratis," katanya.
Ia menambahkan, biaya cek kesehatan tersebut berkisar antara Rp655.000 hingga Rp1.130.000, bahkan lebih. Namun sekarang, layanan tersebut gratis untuk seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.
"Ini adalah rekor terbesar dalam sistem kesehatan di Indonesia," ujar Hariqo.
Baca Juga: Kunjungan Prabowo ke AS Strategis Perkuat Diplomasi Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







