Ditargetkan Rampung Pertengahan 2027, Tol Semarang-Demak I Bantu Kendalikan Banjir Rob di Pantura

AKURAT.CO Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, menargetkan progres pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak Seksi I di Semarang, Jawa Tengah bisa selesai di pertengahan tahun 2027.
Ruas tol yang menghubungkan Kaligawe, Kota Semarang, hingga Sayung, Kabupaten Demak tersebut, tidak hanya dirancang sebagai infrastruktur konektivitas, tetapi juga sebagai Giant Sea Wall (tanggul laut) yang terintegrasi dengan Kolam Retensi Terboyo.
"Kecepatan pelaksanaan pekerjaan itu bisa dilaksanakan agar jalan tol yang kita rencanakan pertengahan 2027 bisa berhubung," kata Gibran dikutip, Senin (16/2/2026).
Baca Juga: Lindungi 50 Juta Penduduk Pantura, Prabowo Bakal Bangun Tanggul Laut Terpanjang di Dunia
Dia mengatakan, integrasi tersebut menjadi bagian dari sistem pengendalian rob dan banjir di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa yang menghadapi tekanan lingkungan cukup serius dewasa ini. Hal ini, sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mengakselerasi penyelesaian berbagai proyek strategis nasional,
"Pembangunan jalan tol ini penting sesuai dengan timeline yang telah ditetapkan, sehingga dapat segera beroperasi dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah–DI Yogyakarta, M. Iqbal Tamher, mengatakan selain mendorong percepatan konstruksi jalan dan Giant Sea Wall, dia juga memberi perhatian pada optimalisasi Kolam Retensi Terboyo dan Sriwulan.
Baca Juga: BPBD Jakarta Keluarkan Peringatan Dini Banjir Rob, Warga Diminta Waspada
Dia meminta pemerintah provinsi dan kota memastikan keduanya tidak hanya berfungsi sebagai pengendali banjir, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sumber air baku bagi masyarakat.
"Beliau menitikberatkan sebenarnya pengendalian rob di Pantura, Pantai Utara Jawa ya. Jadi catatan beliau seperti di Pekalongan, Demak, dan daerah tadi masukkan dari Pak Gubernur juga untuk diperhatikan di wilayah Pati. Jadi memang konteks yang beliau kemari itu memang melihat bahwa memang kondisi Pantura ini perlu harus segera ditahan," jelasnya.
Peninjauan ini menegaskan pentingnya pendekatan pembangunan yang terintegrasi antara konektivitas, perlindungan lingkungan, dan ketahanan pesisir. Hal ini guna menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga memberi perlindungan jangka panjang bagi masyarakat Pantura dari ancaman rob dan banjir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









