Sinkronisasi Komitmen Global–Daerah Jadi Kunci Capai Net Zero 2060

AKURAT.CO Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, menegaskan, pentingnya sinkronisasi antara komitmen global, nasional, dan lokal dalam menghadapi krisis iklim yang kian nyata.
Fenomena global boiling disebutnya sebagai alarm serius bagi pemerintah daerah (Pemda) untuk menyelaraskan kebijakan pembangunan dengan target nasional menuju Net Zero Emission (NZE) 2060.
“Tantangan kita sebetulnya adalah menyambungkan antara komitmen global, nasional, dan lokal. That is our major challenge,” ujar Bima dalam keterangannya, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, kepala daerah kerap menghadapi dilema politik antara mengejar popularitas dan pertumbuhan ekonomi jangka pendek dengan menjalankan agenda lingkungan yang bersifat teknis serta berorientasi jangka panjang.
Ia juga menyoroti berbagai hambatan riil di lapangan, mulai dari sulitnya transisi transportasi publik ke kendaraan listrik (EV) hingga ketergantungan sejumlah daerah pada sektor industri beremisi tinggi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) disebutnya berperan memastikan instrumen perencanaan dan penganggaran daerah tetap akuntabel dan selaras dengan kebijakan nasional maupun komitmen global.
“Kami memastikan perencanaan dan penganggaran di daerah itu senapas dengan global commitment dan national commitment,” katanya.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Sekolah Rakyat Hadirkan Pendidikan Aman dan Setara
Sebagai landasan regulasi, Kemendagri telah menerbitkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2024 yang menjadi dasar bagi kepala daerah dalam mendorong investasi hijau dan inisiatif pembangunan rendah karbon.
Bima menegaskan, komitmen penganggaran dalam APBD tidak boleh berhenti pada formalitas atau seremonial semata.
Implementasi nyata dan pengawasan menjadi kunci agar target lingkungan benar-benar tercapai.
Kemendagri juga mendorong pendekatan co-creation dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk generasi muda, dalam perumusan strategi dan pengawasan anggaran berbasis lingkungan.
Dengan langkah tersebut, diharapkan inovasi ekologi yang telah dijalankan sejumlah daerah dapat menjadi model dan pemantik bagi daerah lain.
“Harapannya, kita bisa mencetak lebih banyak pemimpin lokal yang inspiratif demi mencapai target nasional Net Zero Emission pada tahun 2060,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








