Ancaman Penutupan Selat Hormuz, Pemerintah Diminta Antisipasi Lonjakan BBM Jelang Lebaran

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi XII DPR, Putri Zulkifli Hasan, mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi potensi lonjakan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) menjelang Idulfitri, di tengah memanasnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang berimbas pada ancaman penutupan Selat Hormuz.
Menurutnya, momentum Ramadan dan Lebaran selalu diiringi peningkatan konsumsi energi dalam negeri. Karena itu, situasi geopolitik global yang berpotensi mengganggu jalur distribusi minyak dunia perlu direspons dengan langkah mitigasi yang terukur.
"Apalagi kita sekarang sebentar lagi akan memasuki Lebaran, sehingga biasanya memang ada peningkatan untuk BBM dan lain sebagainya. Ini memang harus kita antisipasi bersama," kata Putri kepada wartawan di Kantor DPP PAN, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2026).
Baca Juga: Antisipasi Dampak Penutupan Selat Hormuz, RI Akan Impor Minyak dari Afrika hingga Brazil
Dia menjelaskan, Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia. Jika terjadi gangguan, dampaknya tidak hanya pada pasokan global, tetapi juga terhadap pergerakan harga minyak internasional.
"Iya, kita sama-sama menyaksikan ketegangan antara Amerika dengan Iran, dampaknya salah satunya adalah penutupan Selat Hormuz yang mana ini merupakan salah satu jalur vital, 20 persen pasokan minyak dan gas dunia itu melewati Selat Hormuz," ujarnya.
Putri menilai, kenaikan harga minyak dunia sudah mulai terlihat dan perlu diantisipasi agar tidak menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama pada pos subsidi energi.
"Kalau kenaikan nanti tentu berdampak kepada APBN kita seperti itu," tegasnya.
Dia mengapresiasi langkah cepat pemerintah yang telah melakukan koordinasi, termasuk rencana rapat antara Kementerian ESDM dan Dewan Energi Nasional guna membahas strategi ketahanan energi nasional.
Selain itu, Putri menyebut pemerintah telah menjajaki diversifikasi sumber pasokan minyak, termasuk melalui kerja sama dengan perusahaan energi asal Amerika Serikat seperti Chevron dan Exxon.
Baca Juga: Selat Hormuz Resmi Ditutup Usai Serangan AS-Israel, Apa Dampaknya bagi Dunia?
"Pemerintah juga sudah menjalin kerja sama dengan Chevron, dengan Exxon. Ini supaya alternatif agar pasokannya tidak hanya dari Timur Tengah," jelasnya.
Putri menekankan, fokus utama saat ini adalah memastikan stok BBM nasional tetap aman dan harga energi tidak melonjak tajam di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran.
"Karena yang dikhawatirkan dengan adanya ketegangan ini nanti Selat Hormuz-nya ditutup belum tentu sampai kapan. Kita tentu berharap jangan sampai nanti ada kenaikan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










