Sugiono Telepon Menlu Iran Tawarkan Perundingan Damai dengan AS-Israel

AKURAT.CO Menteri Luar Negeri, Sugiono, mengklaim telah melakukan komunikasi dengan Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait tawaran Indonesia untuk memfasilitasi perundingan damai di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.
"Saya berkomunikasi dengan kedua belah pihak, pihak AS dan pihak Iran. Kita tunggu bagaimana nanti, karena dia mengatakan akan lihat situasinya beberapa hari dan beberapa minggu ke depan," ujar Sugiono di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3/2026) malam.
Terkait dengan Iran, pihaknya telah menyampaikan secara langsung niat Indonesia tersebut dalam komunikasi telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Dalam percakapan itu, Sugiono juga menekankan pentingnya seluruh pihak kembali ke meja perundingan.
Baca Juga: Korps Garda Revolusi Islam Iran Klaim Tewaskan 680 Tentara Israel
"Yang pasti kami menyampaikan lagi keinginan dari Bapak Presiden untuk menjadi mediator dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut. Dan ini merupakan pandangan-pandangan yang juga beliau (Araghchi) terima," imbuhnya.
Dia menjelaskan, langkah tersebut didasari komitmen Indonesia untuk mengambil peran aktif dan konstruktif dalam merespons konflik. Menurutnya, dialog dan diplomasi tetap menjadi jalan terbaik untuk meredakan ketegangan dan mengakhiri konflik.
Namun, dia menegaskan bahwa mediasi hanya dapat terwujud apabila seluruh pihak yang berkonflik menyatakan kesediaan untuk difasilitasi. "Yang pasti Indonesia ingin ada dalam posisi bahwa bagaimana kita bisa menjadi jembatan perbedaan, menawarkan kesiapan kita, menawarkan diri kita," ucapnya.
Baca Juga: Profil Mojtaba Khamenei, Putra Ali Khamenei yang Kini Jadi Pemimpin Tertinggi Iran
Sebagai informasi, situasi di Timur Tengah memanas setelah Israel dan AS melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu pekan lalu, yang kemudian dibalas oleh Teheran dengan serangan ke Israel serta sejumlah pangkalan militer AS di kawasan tersebut.
Menanggapi perkembangan tersebut, Indonesia menyatakan penyesalan atas gagalnya perundingan antara AS dan Iran yang berujung pada eskalasi militer. Indonesia juga menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog serta diplomasi.
Selain itu, Indonesia menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi dialog guna mendorong terciptanya kembali situasi keamanan yang kondusif. "Dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri, Sabtu pekan lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







