BGN Pastikan Kematian Siswa di Bengkulu Utara Bukan Karena MBG, Hasil Uji BPOM Negatif

AKURAT.CO Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan bahwa meninggalnya seorang siswa MIN 2 Bengkulu Utara bernama Fatih tidak berkaitan dengan konsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Giri Kencana.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan informasi yang beredar dan mengaitkan kematian korban dengan dugaan keracunan MBG sama sekali tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
"Fatih belum memakan menu MBG dari SPPG Giri Kencana ketika diketahui pingsan sebelum dibawa ke rumah sakit," kata Nanik di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Baca Juga: BGN Pastikan Anggaran MBG Tak Ganggu Pagu Kemenkes dan Kemendikdasmen
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, menunjukkan adanya pendarahan otak pada korban saat dilakukan pemindaian atau CT Scan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara. Kondisi tersebut kemudian mengharuskan Fatih dirujuk ke RS Tiara Sella, yang memiliki fasilitas dan peralatan untuk melakukan operasi bedah saraf.
Awalnya, Fatih mendapatkan penanganan di RS Lagita Ketahun. Namun rumah sakit tersebut tidak melakukan perawatan intensif, melainkan hanya tindakan kegawatdaruratan karena kondisi kesadaran korban sudah menurun dengan nilai Glasgow Coma Scale (GCS) 6, yang mengindikasikan cedera otak berat dan mengancam jiwa.
Setelah sejumlah rumah sakit di Bengkulu hingga Padang dihubungi namun fasilitas Pediatric Intensive Care Unit (PICU) penuh, korban akhirnya dirujuk ke RS Bhayangkara. Hasil pemindaian otak (CT Scan) di rumah sakit tersebut menunjukkan adanya pendarahan otak.
Karena membutuhkan tindakan lanjutan, Fatih kemudian dirujuk ke RS Tiara Sella untuk menjalani operasi bedah saraf. Dia meninggal dunia sekitar 12 jam setelah operasi dilakukan.
Selain itu, Nanik menyampaikan bahwa hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menunjukkan tidak ditemukan bakteri E. coli maupun indikasi cemaran lain pada sampel makanan MBG yang diperiksa.
Baca Juga: Gubernur Herman Deru Dukung Penuh Program MBG di Sumsel
"Hasil uji BPOM menunjukkan seluruh sampel negatif, tidak ada bakteri E. coli, boraks, formalin, nitrit, arsen, sianida, ataupun temuan lain yang mengarah pada keracunan pangan," ujarnya.
Dari sekitar 1.800 penerima manfaat MBG pada hari tersebut, hanya Fatih yang mengalami kondisi gangguan kesehatan. "Dari 1.800 penerima manfaat, tidak ada laporan kejadian serupa. Hanya satu kasus ini, dan secara medis ditemukan adanya pendarahan otak," tegas Nanik.
BGN menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Fatih, dan mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi serta menunggu informasi resmi berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan laboratorium yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








